Berita

Khatimin Khatimat Tenangkan Jiwa Miftahul Ulum

0

Bengkak, MIFUL News – Sabtu kemarin tepat tanggal 19 Juni 2021, Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum (YPP MU) kembali menggelar acara Khataman dan Uji Publik Al-Qur’an. Acara ini digelar bukan hanya dalam rangka mengukuhkan para wisuda Al-Qur’an melainkan juga untuk mensyiarkan salah satu program unggulan YPP MU, yakni pembelajaran Al-Qur’an dengan menggunakan metode Ummi.

Berbeda dengan acara khataman dan uji publik tahun-tahun sebelumnya, Taman Pendidikan Al-Qur’an Miftahul Ulum (TPQ MU) kali ini mengemas Uji Publik Hubbul Qur’an, Tartil, dan Tahfidz sekaligus dalam satu acara. Sebanyak 19 lulusan hubbul Qur’an dari tingkat Raudlatul Athfal (RA), 17 lulusan tartil tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan 8 siswa lulusan tahfidz juz 30 tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang ditampilkan malam itu. Khatimin dan khatimat di acara ini telah melewati seleksi di kegiatan ujian/ munaqasyah yang diselenggarakan pada Sabtu tanggal 10 April lalu.
Khataman dan uji publik kali ini, sangat istimewa. Setidaknya ada 12 peserta yang dianugerahi sebagai lulusan terbaik pada tahun ini, di antaranya 6 terbaik dari peserta hubbul Qur’an, 2 lulusan terbaik dari tingkat tartil, dan 4 lulusan terbaik dari tingkat tahfidz. Dan yang menarik, acara tersebut tak hanya dihadiri oleh dewan guru, wali santri, dan masyarakat umum tapi acara ini juga dihadiri oleh dua Konsultan Pendidikan YPP MU. Beliau adalah Ning Evi Ghozaly selaku penjamin mutu pendidikan YPP MU dan Ustadz Lutfi Bahrul Ulum selaku penjamin mutu pendidikan Al-Qur’an sekaligus sebagai pemandu ujii publik di malam itu.
Tepat pada pukul 18.40 WIB acara dimulai. Halaman YPP MU tampak cerah dan meriah, terdengar sorai dan antusiasme hadirin saat prosesi uji publik dimulai. Ustadz Lutfi Bahrul Ulum sering kali mencairkan suasana, tentu ini sangat membantu peserta uji publik dalam mengontrol kesiapan mereka menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh hadirin. Adapun bahan yang diujikan pada peserta hubbul Qur’an ialah tartil sesuai jilid ummi peserta, doa sehari-hari, hadits, dan surah-surah pendek. Pada tingkat tartil, yang diujikan ialah bacaan Al-Qur’an bittartil, tajwid, ghorib, dan hafalan sebagian surah juz 30. Sedangkan untuk tahfidz, materi yang diujikan ialah semua surah pada Al-Qur’an juz 30.
Dalam sambutannya, Ning Evi Ghozaly mengungkapkan hasil penelitian seorang dokter ahli saraf di Amerika Serikat, dr. Ahmad Al-Qadhi tentang manfaat mendengarkan bacaan Al-Qur’an. “Seseorang yang mendengarkan bacaan Al-Qur’an, baik yang memahami maupun tidak memahami bahasa Arab, dia akan mengalami perkembangan psikologis yang luar biasa, dapat berpikir secara sistematis, bahkan jiwanya akan tenang dan tentram,” ungkap beliau salut dengan bacaan Al-Qur’an peserta malam itu.
Di kesempatan lain, Bapak Hendra Sugiarto, salah satu wali santri berterima kasih kepada para ustadz ustadzah yang telah membimbing putranya sehingga menjadi calon ahlul Qur’an seperti saat ini. Beliau bangga dan sangat bersyukur telah mengantarkan putranya di lembaga yang sangat memprioritaskan pembelajaran Al-Qur’an. Setelah itu acara ditutup dengan doa. Mudah-mudahan barokah Al-Qur’an terus mengalir kepada kita semua dan keluarga. Amin. (Miful/NIR)

Miftahul Ulum Bengkak

YPP MU Kukuhkan 370 Generasi Berilmu dan Berakhlak

Previous article

Menjadi Pribadi Mandiri dengan MemikatMU

Next article

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Berita