Abuya Hayat Buka SMQ Metode Qur’anuna di YPP MU
2 mins read

Abuya Hayat Buka SMQ Metode Qur’anuna di YPP MU

12

Penulis: Rudi Hartono, M.Pd.

Bengkak, MIFUL News – Miftahul Ulum Quranic Center (MUQC) kembali melanjutkan agenda penting bagi para calon guru Al-Qur’an. Sebelumnya, kegiatan semacam ini diikuti oleh siswa-siswi kelas XII SMK Ibrahimy. Kali ini, giliran murid MA Miftahul Ulum (MA MU) kelas XII yang mengikutinya.

Kegiatan Standardisasi Muallimil Qur’an (SMQ) dibuka langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Abuya KH. Moh. Hayatul Ikhsan, M.Pd.I, pada hari Rabu, 28 Januari 2026 tepat pukul 08.00 wib.

Kegiatan yang berlangsung di Aula YPP Miftahul Ulum ini dijadwalkan berjalan selama tiga hari ke depan, mulai tanggal 28 hingga 30 Januari 2026. Sebanyak 36 murid MA MU menjadi peserta dalam kegiatan ini. “Mereka dipersiapkan untuk menjadi pengajar Al-Qur’an yang kompeten dan profesional,” ujar Ust. H. Thohari, S.Pd.I., Kepala MA MU.

Seluruh rangkaian kegiatan SMQ ini berada di bawah arahan langsung Direktur Qur’anuna Nusantara sekaligus penjamin mutu pendidikan Al-Qur’an YPP MU, Ust. Lutfi Bahrul Ulum, S.Pd. Ust. Muhammad Nur, S.Pd.I, trainer Al-Qur’an Metode Qur’anuna, juga hadir membersamai Ust. Lutfi dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Abuya Hayat menyampaikan pesan yang sangat menyentuh hati. Beliau mengajak para peserta untuk bersama merenungkan kandungan Al-Qur’an Surat Al-Mu’minun ayat 12-15. Abuya menguraikan secara singkat bahwasanya ayat tersebut menceritakan tentang fase manusia diciptakan. Berasal dari sari pati tanah, menjadi nutfah (air mani) dalam rahim, seterusnya menjadi segumpal darah, daging, hingga tulang yang terbungkus daging. Puncaknya, ditiupkanlah ruh hingga menjadi insan yang sempurna.

“Setelah proses penciptaan ini, kita harus sadar bahwa hidup di dunia ini hanya sebentar saja (sangat singkat). Oleh karenanya, maksimalkanlah waktu yang sekejap ini untuk terus menebar kebaikan dan manfaat, salah satunya dengan terus belajar dan mengajarkan Al-Qur’an,” tutur Abuya.

“Rasa lelahmu dalam belajar akan menjadi lillah yang terus mengalirkan keberkahan. Jangan pernah putus asa, karena sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya,” pungkas Ust. Muhammad Nur. (Miful/RHr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *