Santri YPP MU Ambil Bagian dalam Gerakan Banyuwangi ASRI di Grand Watu Dodol Bersama Bupati Banyuwangi
Penulis: Rudi Hantono, S.Pd.I
Bangsring, MIFUL News – Sejak pukul 08.00 WIB, ratusan peserta telah memadati lokasi untuk mengikuti apel bersama sebagai tanda dimulainya gerakan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi lintas elemen mulai Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, organisasi perangkat daerah (OPD), camat, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, FKUB, pelajar, mahasiswa, pokdarwis, perwakilan pondok pesantren, dan para santri dari Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum (YPP MU) serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap lingkungan kembali terasa dalam kegiatan Gerakan Banyuwangi ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang digelar di kawasan wisata Grand Watu Dodol, Rabu pagi.
Sebanyak 50 santri YPP MU hadir dengan penuh antusias. Berbalut semangat kebersamaan, mereka tidak hanya mengikuti apel, tetapi juga terlibat aktif dalam aksi bersih-bersih dan penataan lingkungan di sekitar kawasan wisata yang menjadi ikon pesisir utara Banyuwangi tersebut.
Turut hadir mendampingi para santri, Pengasuh YPP MU, KH. Moh. Hayatul Ikhsan, M.Pd.I, bersama Nyai Hj. Nur Mahmudah, M.Pd. Kehadiran beliau berdua menjadi energi moral bagi para santri untuk tidak sekadar hadir, tetapi benar-benar mengambil peran dalam kegiatan tersebut.
Acara dibuka langsung oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dalam sambutannya beliau menegaskan bahwa Gerakan Banyuwangi ASRI tersebut merupakan program yang digagas Presiden Prabowo Subianto.”Kita sedang berpacu dengan waktu. Saat Indonesia diprediksi menghadapi krisis TPA di 2028, Banyuwangi memilih untuk memimpin perubahan. Selaras dengan visi Bapak Presiden, hari ini kita nyatakan perang terhadap sampah melalui gerakan besar yang nyata,” ujar Ipuk.

Kehadiran santri Miftahul Ulum menjadi warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Dengan disiplin dan kekompakan, mereka menunjukkan bahwa pendidikan pesantren juga menanamkan nilai kepedulian sosial dan lingkungan.
Salah satu santri asal Sumenep Madura mengungkapkan rasa bangganya dapat terlibat dalam gerakan ini. “Kami belajar bahwa kebersihan adalah bagian dari iman. Ikut Gerakan Banyuwangi ASRI membuat kami sadar bahwa menjaga lingkungan adalah bentuk ibadah dan cinta kepada daerah,” tuturnya penuh keyakinan.
Kegiatan yang berlangsung penuh semangat itu tidak hanya membersihkan kawasan, tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat, mahasiswa, dan kalangan pesantren. Grand Watu Dodol pagi itu menjadi saksi bahwa kepedulian, ketika digerakkan bersama, mampu menghadirkan perubahan yang nyata. ( Miful/RHn )