Majalah Dinding MTs Miftahul Ulum: Sederhana, Tetapi Penuh Makna
2 mins read

Majalah Dinding MTs Miftahul Ulum: Sederhana, Tetapi Penuh Makna

27

Oleh: Aluf Navis Natania*)

Papan berukuran 2 x 1,5 m2 yang bergantung di dinding bagian tengah gedung Madrasah Tsanawiyah Miftahul Ulum (MTs MU) Bengkak Wongsorejo Banyuwangi merupakan pusat kreativitas para siswa. Sebagaimana majalah dinding pada umumnya atau yang sering disebut Mading, papan itu menjadi saksi nyata dalam membersamai pertumbuhan kreativitas antarsiswa.

Mading tersebut dikelola oleh Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MTs Miftahul Ulum Bengkak koordinator bidang pendidikan. Pengurus OSIM menginginkan adanya kolaborasi yang solid bersama pengurus dari masing-masing rombel untuk melatih dan mengasah kreativitas siswa seterbuka mungkin. Kemudian, terbentuklah jadwal tayang untuk masing-masing rombel.

Pada hari Sabtu atau Ahad, pengurus rombel yang tiba waktu gilirannya harus menyetorkan hasil karya siswanya untuk ditayangkan pada hari Senin berikutnya. Selama sepekan karya tersebut dapat dinikmati bersama oleh seluruh warga MTs MU Bengkak bahkan jika ada tamu misalnya. Pada hari pertama setiap pekan para siswa secara bergantian terlihat berdiri tegak memenuhi Mading.

Adapun item atau kolom yang tersedia, diantaranya ialah Cerpen, Puisi, Artikel, Pantun, Humor, Tips/trik Kreatif, News, Karya Ilmiah, dan galeri karya. Semua hasil karya siswa dapat dimuat selagi tidak melanggar aturan SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan) atau mengandung unsur kekerasan dan pornografi.

Karya-karya yang disetorkan oleh pengurus rombel biasanya merupakan hasil terbaik dari beberapa karya yang dibuat oleh anggotanya. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya mading-mading kecil pada setiap rombel. Jadi, pada saat tiba giliran mereka maka pengurus rombel akan menyeleksi karya-karya dari minggu-minggu sebelumnya.

Ekosistem seperti ini tentu sangat baik untuk peningkatan literasi di lingkungan sekolah, khususnya MTs MU. Di samping itu, Mading juga secara nyata menjadi wadah untuk mengekspresikan ide-ide brilian dan bakat terpendam para siswa. Mereka dengan sendirinya berlatih bagaimana cara membentuk tim dan bekerja sama untuk menghadirkan sebuah karya yang baik menggunakan desain visual yang menarik.

Semoga Mading sederhana itu meningkatkan literasi para siswa dan menjadi cikal bakal untuk menghasilkan karya yang gemilang di masa yang akan datang. Aamiin.

*) Penulis adalah murid aktif MTs Miftahul Ulum Bengkak Wongsorejo, saat ini dia duduk di Kelas 8-B.

Editor: Nur Hidayati, M.Pd.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *