MTs Miftahul Ulum Bengkak Ngopi dengan Kepala Kemenag Kab. Banyuwangi dan DPR RI Dapil Jawa Timur Komisi VIII
Penulis: Ika Nurjannah, S.Pd.I
Banyuwangi, MIFUL News – Siang tadi utusan MTs Miftahul Ulum (MTs MU) Bengkak Wongsorejo Banyuwangi menghadiri kegiatan Ngopi di Hotel Aston Banyuwangi. Ngopi yang dimaksud bukan ngobrol minum kopi, tetapi Ngobrol Pendidikan Islam. Acara yang dijadwalkan mulai Jum’at dan Sabtu tersebut ditujukan untuk guru-guru Pendidikan Agama Islam (PAI) se-Banyuwangi. Kebetulan MTs Miftahul Ulum terjadwal siang tadi Jum’at, 26 September 2025. Kegiatan Ngopi ini diselenggarakan oleh Kepala Bidang Pendidikan Islam Kementrian Agama Kab. Banyuwangi yang bekerjasama dengan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember. Selain itu, acara ini merupakan program dari DPR RI Dapil Jawa Timur Komisi VIII. Anggota Komisi VIII yang hadir siang tadi dari fraksi PDI Perjuangan, yakni Ina Ammania. Beliau sekaligus menjadi salah satu narasumber yang menyampaikan materi tentang peningkatan kompetisi guru PAI di era digital.

Bapak Dr. H. Abdul Mu’is, S.Ag., M.Si, menyampaikan tentang pentingnya kehadiran guru di era digital ini.
“Kehadiran guru itu harus punya nilai lebih dari sekedar mentransfer pengetahuan, yakni dalam membentuk karakter dengan menjadi teladan dan memahami kebutuhan murid pada era digital ini,” ungkap Dekan Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan UIN KHAS Jember dalam sambutannya.
Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Kab. Banyuwangi, Bapak Chaironi Hidayat, S.Ag., M.M. juga turut hadir dalam acara ini. Beliau menyambut baik kegiatan semacam ini untuk menampung dan menyerap aspirasi para guru. Beliau menyampaikan beberapa pesan singkat penuh makna terkait pentingnya sebuah doa dari guru.
“Kami berharap semua guru bisa mendoakan muridnya. Seandainya kami menjadi presiden, pasti “mendoakan murid” kami jadikan sebagai program wajib,” beber beliau penuh harap saraya berandai-andai.

Kedua pemateri, yaitu Ibu Ina Ammania dan Bapak H. Dimyati, S.Ag kompak menyampaikan materi dengan sangat detail dan tidak membosankan. Keduanya membahas banyak hal tentang transformasi kompetensi guru madrasah, pembelajaran inovatif, dan efektif di era digital. Secara bergantian beliau berdua menyampaikan materi-materi tersebut.
“Poin penting dalam pendidikan salah satunya ialah kerjasama dengan wali murid, terutama dalam pendidikan parenting untuk anak-anak usia emas, yaitu anak-anak usia Madrasah Ibtidaiyah,” beber Ibu Ina Ammania dengan jelas. “Selain itu, kompetensi guru di era digital ini harus selalu diupgrade,” imbuhnya.
Acara Ngopi berjalan lancar dan sesuai jadwal, yakni dimulai tepat pukul 12.30 WIB hingga pukul 16.30 WIB.
“Acara Ngopi ini bagus, tadi juga ada sesi sharing. Banyak guru yang curhat terkait beberapa problem di lembaga dan temuan-temuan dalam pendidikan saat melaksanakan program pemerintah,” ungkap Ust. Sudawi, M.Pd, utusan dari MTs Miftahul Ulum Bengkak. “Mudah-mudahan acara Ngopi ini akan membawa dampak positif dalam dunia pendidikan dan akan ada langkah nyata atas beberapa masukan dan usulan dari guru,” pungkas beliau. (Miful/INj)