Ada Apa di Pesantren? Inilah Serba-serbi di Pesantren Miftahul Ulum Bengkak
3 mins read

Ada Apa di Pesantren? Inilah Serba-serbi di Pesantren Miftahul Ulum Bengkak

14

Penulis: Kameliatul Jannah*)

Pesantren mengajarkan pada kita untuk saling tolong menolong, saling mengasihi, dan saling berbagi. Why? Kami (para santri) hidup di bawah satu naungan, patutnya suka-duka dirasakan dan dipikul bersama. Ada yang bahagia, semua bahagia. Satu tertimpa musibah, yang lain turut merasakan sakitnya.

Hidup di pesantren itu seru. Dengan menu makan yang sederhana tetap terasa nikmat karena disantap bersama-sama.

Hidup di pesantren itu peluang. Peluang untuk terus mengasah skill, dari tidak bisa menjadi bisa. Hal ini bahkan berlaku untuk hal-hal kecil sekalipun, semisal saling belajar bahasa daerah antar teman. Ya, seperti di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bengkak, banyak teman kami yang berasal dari luar Jawa, Bali dan Madura contohnya. Ini memungkinkan kami untuk saling mempelajari bahasa dan budaya masing-masing agar komunikasi terjaga dengan baik.

Wah, seru sekali tentunya. Ada sedihnya tidak? Of course.

Mungkin sebagian santri merasa tidak kerasan karena sering kena takzir atau dimarahi pengurus, barangnya sering hilang, dan sebagainya. Akan tetapi, semua itu sebenarnya bukanlah hal buruk. Tidak ada pengurus yang suka marah-marah, tetapi meraka hanya menjalankan kewajibannya untuk membimbing para santri. Pun, tidak ada maling yang mencuri barang, hanya sebagian teman belum terbiasa ijin lebih dulu sebelum pinjam.

Hidup di pesantren juga penuh disiplin ketat. Kami harus belajar mengatur waktu agar bisa mengikuti kegiatan sesuai jadwal yang ditentukan tanpa telat. Kami juga dilatih antri dengan tertib, baik urusan kamar mandi, ambil jatah makan, atau lainnya, tidak baik menyerobot giliran teman yang lain. Semua rapi sesuai giliran masing-masing.

Hidup di pesantren juga harus bertanggung jawab. Baik bertanggung jawab pada diri sendiri maupun bertanggung jawab atas tugas-tugas yang dipasrahkan kepada kita. Salah satu contoh, kita sebagai ketua kamar harus mengayomi anggota kamar, atau sebagai pengurus yang bertanggung jawab untuk ketertiban dan keamanan seluruh kegiatan santri. Jika hal tersebut dapat dilaksanakan dengan sebaik mungkin, berarti kita sudah menunaikan tanggung jawab.

Begitulah akhirnya pesantren menjadi wadah pendidikan yang mempunyai ciri khas, di dalamnya banyak santri dari latar belakang yang beraneka ragam. Satu tujuan mereka adalah menimba ilmu terutama ilmu agama.

Hebatnya, walau di pesantren pembelajarannya dominan ilmu agama, tetapi pesantren tidak pernah kalah saing dengan pendidikan lain di luar sana. Kehidupan anak-anak di pesantren juga tidak kalah menarik sebab kini telah tersedia berbagai jenis kegiatan untuk mengasah bakat minat para santri, seperti pembelajaran ekstrakurikuler, ajang penjaringan bakat dan aspirasi, dan lain sebagainya.

Semoga pesantren terus jaya dan berdaya khususnya pesantren kami tercinta, Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bengkak. Aamiin.

*) Penulis adalah santri aktif Asrama Putri Miftahul Ulum Bengkak Wongsorejo Banyuwangi asal Bangsring. Saat ini ia masih duduk di kelas 8 MTs Miftahul Ulum Bengkak

Editor: Nur Hidayati, M.Pd.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *