Kaderisasi Alumni Muda, IMAMU MIFUL Gelar Pengenalan dan Pembekalan Kader Muda (PPKM) sebagai Bentuk Konsistensi Organisasi
4 mins read

Kaderisasi Alumni Muda, IMAMU MIFUL Gelar Pengenalan dan Pembekalan Kader Muda (PPKM) sebagai Bentuk Konsistensi Organisasi

Oleh: Faidhur Rohim, M.Pd.
​Bangsring, MIFUL NEWS – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Ikatan Mahasiswa dan Alumni Muda Miftahul Ulum (IMAMU MIFUL) sukses menggelar kegiatan Pengenalan dan Pembekalan Kader Muda (PPKM) untuk pertama kalinya. Acara ini berlangsung pada 17–18 Agustus 2026 di Tanjungan Beach, Bangsring, dengan mengusung tema “Nyambung Silaturahmi ben Cakancah Alumni”.
​Kegiatan yang diikuti oleh anggota dan kader IMAMU MIFUL ini dirancang sebagai momentum strategis untuk mempererat tali silaturahmi, membangun kebersamaan, sekaligus memberikan pembekalan mendalam agar para kader muda dapat mengenali identitas diri serta peran penting mereka di dalam roda organisasi. Hal tersebut disampaikan oleh Faidhur Rohim selaku Ketua Umum IMAMU MIFUL periode 2025–2027. Dalam sambutannya, ia menyatakan rasa bangga sekaligus harapan besar terhadap keberlanjutan kaderisasi organisasi.
​”PPKM ini adalah tonggak sejarah baru bagi IMAMU MIFUL. Ini bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan investasi ideologis untuk mencetak generasi penerus yang tangguh. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa estafet kepemimpinan organisasi berada di tangan kader muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki ikatan emosional yang kuat dengan almamater,” tegas Faid.
​Rangkaian pembekalan dikemas secara apik melalui penyampaian materi dari para tokoh organisasi dan pesantren. Materi Kepesantrenan disampaikan langsung oleh Gus Achmad Hafid Al-Umam, tokoh religius sekaligus intelektual muda dari Majelis Keluarga Yayasan Pondok Pesantren (YPP) Miftahul Ulum Bengkak. Beliau menekankan pentingnya menjaga marwah almamater serta menanamkan nilai-nilai akhlak santri ke mana pun langkah kaki membawa para alumni.
​”Alumni Miftahul Ulum harus menjadi cerminan hidup dari nilai-nilai pesantren di luar sana. Jagalah akhlak santri dan jadikan itu sebagai benteng serta identitas utama kalian di tengah dinamisnya dunia kampus dan masyarakat,” pesan Gus Hafid.
​Suasana forum semakin berbobot saat memasuki materi Keorganisasian yang diulas secara mendalam oleh Nur Mohammad Arisboy, Ketua Umum Demisioner IMAMU MIFUL periode 2020–2023. Ia membekali peserta mengenai manajemen organisasi, kerja sama tim, serta strategi manajerial dalam menjalankan kepengurusan. Dalam paparannya, Arisboy mengingatkan bahwa kekuatan utama sebuah wadah pergerakan terletak pada soliditas internalnya.
​”Organisasi ini bukan tempat untuk mencari panggung individu, melainkan ruang kolektif untuk bertumbuh bersama. Kerja sama tim dan manajemen yang rapi adalah kunci utama untuk menjaga organisasi tetap kokoh berdiri,” ungkapnya, disambut antusias oleh peserta.
​Sebagai puncak pembekalan ideologis, materi Ideologisasi Organisasi dipaparkan oleh Atiqurrahman Jaya, pendiri sekaligus Ketua Umum IMAMU MIFUL pertama periode 2015–2018. Beliau mengupas tuntas sejarah berdirinya IMAMU, alasan mendasar kehadiran organisasi, serta arah perjuangan yang harus dijaga teguh oleh para kader lintas generasi.
​”IMAMU lahir dari rahim kegelisahan dan cita-cita luhur untuk menyatukan potensi alumni. Ingatlah akar sejarah kita, rawat ideologi perjuangan ini, dan jangan biarkan api idealisme IMAMU padam di tangan generasi kalian,” tegas Atiqurrahman membakar semangat para kader muda.
​Meskipun memuat materi pembekalan yang padat nilai dan mendalam, seluruh rangkaian acara tetap berlangsung cair dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan. Setelah agenda formal PPKM selesai, kegiatan langsung dilanjutkan dengan agenda berkemah (camping) bersama antara alumni dan pengurus IMAMU MIFUL. Agenda berkemah yang dikhususkan bagi kader putra ini menjadi momen yang paling dinantikan. Memanfaatkan suasana malam pantai yang hangat, para peserta berkumpul tanpa sekat untuk saling bercerita, berdiskusi, dan mempererat keakraban. Kebersamaan intensif ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa kekeluargaan yang kuat dan berkesan bagi seluruh kader muda.
​Kegiatan perdana PPKM ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan langkah awal yang nyata dalam mencetak kader muda yang memiliki komitmen, kepedulian, serta tanggung jawab besar terhadap organisasi maupun almamater tercinta. Melalui filosofi tema “Nyambung Silaturahmi ben Cakancah Alumni”, IMAMU MIFUL berkomitmen untuk terus merawat jembatan komunikasi antargenerasi. Dari silaturahmi akan lahir kebersamaan, dari kebersamaan tumbuh kepedulian, dan dari kepedulian itulah akan lahir kader-kader penggerak yang siap memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan pesantren.
​Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan deklarasi semangat kolektif. Harapannya, rajutan hubungan baik yang telah terbentuk selama dua hari di Tanjungan Beach ini akan terus terjaga dan diimplementasikan secara konsisten dalam berbagai program kerja IMAMU MIFUL ke depan. (Miful/FR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *