Malam Penuh Khidmat: Selain Resmikan Kegiatan Orema Sabar 2026, Pengasuh Lantik Musyrif-Musyrifah dan Ketua Kamar
Bengkak, Miful News – Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum (YPP MU) Bengkak, Wongsorejo, Banyuwangi, menggelar kegiatan Orientasi Ma’had Santri Baru (Orema Sabar) 2026. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun khusus untuk santri baru. Pada tahun ini, kegiatan tersebut digelar sekaligus dengan pelantikan musyrif-musyrifah dan ketua kamar asrama putra dan putri YPP MU Bengkak.
Bertempat di Masjid Nurul Ulum pada Rabu (22/7/2026) malam, acara dimulai pukul 19.30 WIB dan berlangsung dengan penuh khidmat serta sakral. Selain para santri baru dan panitia, acara ini turut dihadiri langsung oleh Pengasuh YPP MU, Kepala Bidang Kepesantrenan (Kabid Kepesantrenan), Kepala Bagian Asrama (Kabag Asrama) putra dan putri, segenap pengurus yayasan, serta majelis keluarga YPP MU Bengkak.
Suasana syahdu menyelimuti awal acara saat pembawa acara membuka kegiatan dengan bacaan basmalah dan Surah Al-Asr. Acara dilanjutkan dengan pembacaan zikir jama’i, lantunan ayat suci Al-Qur’an yang merdu oleh Nur Badiuz Zaman, dan disusul bacaan selawat dari Elisa Putri Handayani; dua santri baru berbakat dengan suara emasnya.
Kabid Kepesantrenan, Ustaz Asmoni, S.Pd.I., menekankan betapa krusialnya peran musyrif-musyrifah dan ketua kamar sebagai garda terdepan dalam mengayomi dan membimbing santri.
“Para musyrif-musyrifah dan ketua kamar ini adalah pendamping sekaligus pendidik santri. Jika ada keperluan, seperti sakit atau izin pulang, harus terkoordinasi melalui ketua kamar dan musyrif-musyrifah,” beber Ustaz Asmoni dalam sambutannya.
Ustaz Asmoni juga berpesan kepada seluruh musyrif-musyrifah dan ketua kamar agar selalu semangat menjalankan tugas serta menjadi uswatun hasanah (teladan yang baik) bagi santri lainnya.
“Kalian ini orang-orang pilihan, maka tentu harus berusaha menjadi uswah, bertanggung jawab, selalu kompak, dan saling bekerja sama antarbidang,” tegas beliau.
Abuya K.H. Moh. Hayatul Ikhsan, M.Pd.I., Pengasuh YPP MU Bengkak, memberikan pesan mendalam terkait hakikat menjadi santri. Mengutip kalam Abuya As-Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki, beliau menegaskan bahwa jiwa, napas, dan harta, hendaknya dicurahkan untuk ilmu dan untuk melayani ahli ilmu.
Abuya Hayat juga menyampaikan bahwa tradisi keilmuan (pikir) dan spiritualitas (zikir) adalah dua hal yang penting dalam babak kehidupan santri saat mencari ilmu. Bak dua sisi uang logam, keduanya saling berkaitan erat dan tidak bisa dipisahkan.
“Ditakdirkan menuntut ilmu di pesantren adalah nikmat yang luar biasa. Di usia muda ini, kalian hendaknya mendahulukan ilmu (pikir) dan wirid (zikir) sebagai benteng diri dari kesesatan. Al-ilmu yu’ta wala ya’ti, ilmu itu didatangi, bukan datang (dengan sendirinya),” tutur Abuya Hayat saat memberikan tausiah.
Selain itu, beliau juga menukil riwayat Qais bin Katsir yang rela menempuh perjalanan bermil-mil dari Syam/Damaskus ke Madinah demi menuntut ilmu, serta ketegasan Imam Malik kepada muridnya, Abdullah bin Wahab, yang mengingatkan bahwa keutamaan mengaji atau menuntut ilmu melebihi ibadah salat sunah.
“Santri itu tugasnya belajar dan berkhidmat. Jangan menunggu diperintah untuk berbuat kebaikan, tetapi carilah peluang khidmat itu. Santri harus semangat, optimis, dan tidak usah khawatir apa pun,” pungkas pengasuh malam itu.
Menuju acara inti, rangkaian kegiatan Orema Sabar pun resmi dibuka secara simbolis dengan pembacaan basmalah oleh Pengasuh YPP MU Bengkak. Kemudian, proses pelantikan dimulai dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) pengangkatan musyrif-musyrifah dan ketua kamar oleh Gus Ahmad Hafidh Al-Umam, Lc., M.H. Suasana semakin sakral saat seluruh musyrif-musyrifah dan ketua kamar terpilih mengucapkan ikrar jabatan secara berjemaah yang dipandu langsung oleh Pengasuh YPP MU. Terakhir, rangkaian acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustaz H. Hariyanto, S.Pd.I., S.H.
Usai acara tersebut, seluruh santri baru putri diarahkan menuju Musala Putri untuk mengikuti sesi materi perdana bertajuk “Selayang Pandang Majelis Keluarga YPP MU” yang disampaikan secara komunikatif oleh Ustazah Rosyidah, M.Pd. Para santri baru tampak bersemangat dan penuh antusiasme. (Miful/SF)