Khitanan Massal YPPMU: Menebar Kepedulian, Menguatkan Silaturahmi, dan Mengantarkan Generasi Saleh
Penuli: Rudi Hantono, S. Pd.I
Bengkak, MIFUL News – Suasana penuh kebersamaan dan kepedulian sosial terasa di halaman Poskestren Az-Zuhro, Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum (YPP MU) Bengkak Wongsorejo Banyuwangi, Sabtu, 5 September 2026. Sejak pagi, halaman Poskestren telah dipenuhi anak-anak peserta khitan bersama orangtua dan keluarga yang mendampingi.
Sebanyak 18 anak mengikuti kegiatan khitanan massal yang diselenggarakan oleh YPP MU bekerja sama dengan tim medis Darul Hikmah yang datangnya dari kota Malang, sebagai bagian dari ikhtiar menghadirkan pelayanan sosial dan kesehatan bagi masyarakat.
Mereka datang bersama orangtua dengan beragam ekspresi, ada yang terlihat tenang dan ada pula yang masih menyimpan rasa tegang menghadapi proses khitan.
Kegiatan dimulai tepat pukul 07.30 WIB dan dibuka oleh Ust. H. Hariyanto Mashduq, S.Pd.I., S.H. Pembukaan kemudian dilanjutkan dengan Fawatih, sebelum memasuki rangkaian sambutan dan pengarahan dari para tokoh yang hadir.
Dalam sambutannya, KH. M. Yusuf Abdurrahman, AMK. menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan oleh YPP MU untuk turut mengawal kegiatan khitanan massal tersebut.
“Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat dan kepada para orangtua kami berpesan agar memperhatikan perawatan anak-anak setelah khitan agar proses pemulihannya berjalan dengan baik,” dawuh beliau.
Beliau juga memberikan pengarahan hitanan, dalam konteks ini tidak semata-mata dipandang sebagai kegiatan medis, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar membangun kepedulian terhadap kesehatan dan masa depan anak. Imbuhnya.
Sementara itu, sambutan Pengasuh YPP MU yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Prof. Dr. Fawaizul Umam, M.Ag., atau yang akrab disapa Buya Waiz, memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada para orangtua yang telah mengkhitankan putra-putranya. Semoga anak-anak kita tumbuh menjadi anak yang saleh. Namun, tugas orangtua tidak berhenti sampai di sini. Tetaplah sabar dalam mendidik dan mendampingi mereka, agar kelak tidak hanya menjadi pribadi yang saleh, tetapi juga mampu menjadi muslih, yakni pribadi yang membawa kebaikan dan kemaslahatan bagi sesama,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Buya Waiz juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada tim medis Darul Hikmah Kota Malang, yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan khitanan massal tersebut.
Ketua Panitia, Ust. H. Hariyanto Mashduq, S.Pd.I., S.H., disela-sela kegiatan khitan berlangsung turut menyampaikan pesan yang sejalan dengan apa yang telah disampaikan Buya Waiz. Penekanan diberikan pada pentingnya kebersamaan, kepedulian, dan dukungan orangtua dalam mengawal tumbuh kembang dan pendidikan anak setelah mengikuti kegiatan khitanan.
Kehadiran tim medis dari Darul Hikmah Kota Malang menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Kerja sama ini menunjukkan bahwa pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga dapat menjadi ruang tumbuhnya berbagai bentuk pelayanan sosial dan kemanusiaan.
Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa semangat kepesantrenan dapat diwujudkan dalam bentuk nyata melalui kepedulian terhadap kesehatan dan kebutuhan masyarakat.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Abuya Fawaizul Umam. Doa tersebut menjadi penutup penuh makna bagi seluruh rangkaian kegiatan. Di dalamnya tersimpan harapan agar ke-18 peserta khitan diberikan kesehatan, kesembuhan, tumbuh menjadi anak-anak yang saleh, berilmu, berakhlak, dan kelak mampu memberikan manfaat bagi agama, keluarga, masyarakat, serta bangsa. Amin. (Miful/RHn)