RAJA 46 Kenalkan Sains melalui Eksperimen Air Kotor
Penulis: Rudi Hantono
Bengkak, MIFUL News – Raudhatul Athfal Khadijah 46 (RAJA 46) menggelar kegiatan Eksperimen Air Kotor dalam program Lab Sains Cilik pada Ahad, 18 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di halaman RAJA 46 tersebut dimulai tepat pukul 09.45 WIB sebagai bagian dari pembelajaran yang mengenalkan sains kepada anak-anak sejak usia dini.
Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak mengenal fenomena sederhana yang berkaitan dengan air dan lingkungan menggunakan bahan-bahan yang mudah dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, yakni sayur kangkung, air, tinta, mie, dan terong. Bahan-bahan tersebut dimanfaatkan sebagai media eksplorasi untuk merangsang rasa ingin tahu anak serta memperkenalkan mereka pada pengalaman belajar berbasis pengamatan langsung.
Dengan pendampingan guru kelas, anak-anak mengikuti tahapan eksperimen secara bertahap. Mereka diberi kesempatan untuk mengamati bahan yang digunakan, memperhatikan perubahan yang terjadi selama percobaan, serta mengenali bahwa benda dan bahan di sekitar mereka dapat menjadi sumber pengetahuan yang menarik.
Kegiatan Lab Sains Cilik ini merupakan salah satu bentuk pembelajaran berbasis pengalaman yang memberikan ruang bagi anak untuk belajar melalui proses melihat, mencoba, mengamati, dan bertanya. Pendekatan tersebut membantu anak membangun pemahaman sederhana sekaligus mengembangkan keberanian, konsentrasi, dan kemampuan berpikir sesuai dengan tahap perkembangannya.

Guru kelas, Ustd. Mita Ratnasari, S.Pd., menyampaikan kepada tim Miful Media News bahwa eksperimen sederhana memiliki peran penting dalam menumbuhkan semangat belajar anak sejak usia dini.
“Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap hal-hal baru. Melalui kegiatan eksperimen seperti ini, kami ingin memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan agar mereka berani mencoba, mengamati, dan bertanya. Dengan demikian, anak-anak dapat memahami sesuatu melalui pengalaman langsung, bukan hanya melalui penjelasan guru,” tuturnya.
Senada dengan hal tersebut, Ustd. Kholifatur Rosyidah, S.Pd.I., menekankan bahwa pembelajaran sains sejak usia dini juga dapat menjadi sarana untuk menanamkan kepedulian terhadap kebersihan dan lingkungan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus kepedulian anak terhadap lingkungan sekitar. Melalui pembelajaran yang sederhana dan menyenangkan, anak-anak diajak mengenal berbagai bahan di sekitar mereka serta belajar menjaga kebersihan. Harapannya, pengalaman yang diperoleh di sekolah dapat menjadi bekal bagi mereka dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Antusiasme anak-anak dalam mengikuti kegiatan ini menjadi bagian penting dari proses pembelajaran. Sebanyak 44 peserta Kelompok A memperoleh kesempatan untuk mengenal sains melalui aktivitas yang dekat dengan dunia mereka. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan terhadap proses belajar, membangun kemandirian, dan mengembangkan kemampuan mengeksplorasi lingkungan secara positif.
Bagi RAJA 46, Lab Sains Cilik bukan sekadar kegiatan percobaan, melainkan upaya menghadirkan pendidikan anak usia dini yang aktif, kreatif, dan bermakna. Melalui pengalaman belajar yang konkret, anak-anak didorong untuk mengembangkan potensi diri sekaligus membangun kebiasaan berpikir kritis sejak dini.
Kegiatan ini sejalan dengan semangat pendidikan Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum (YPP MU) Bengkak dalam membentuk generasi yang Islami, berilmu, beramal, dan berakhlak mulia. Sebab, dari rasa ingin tahu yang tumbuh hari ini, tersimpan benih kecintaan terhadap ilmu pengetahuan yang akan mengantarkan anak-anak menuju masa depan yang lebih baik. (Miful/RHn)