Fatimatus Zahroh Wakili MA MU dalam Final Olimpiade Fisika FESSNAS 2026
3 mins read

Fatimatus Zahroh Wakili MA MU dalam Final Olimpiade Fisika FESSNAS 2026

Penulis: Rina Mariyana, M.Pd.

Sukorejo, MIFUL News– Kabar membanggakan datang dari Madrasah Aliyah Miftahul Ulum Bengkak (MA MU). Fatimatus Zahroh, siswi kelas XI.3 MA MU, berhasil melaju ke babak final Olimpiade Fisika dalam ajang Festival Sains Santri Nasional (FESSNAS) 2026 yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah (P2S2) Sukorejo Situbondo Jawa Timur, pada 14–15 Oktober 2026.

Pada hari pertama, Rabu (14/10/2026), seluruh finalis mengikuti serangkaian tahapan ujian yang menguji pemahaman konsep, keterampilan praktik, kemampuan pemecahan masalah, dan keterampilan presentasi.

Pada sesi pertama, para peserta mengikuti ujian teori dengan mengerjakan soal-soal konseptual fisika. Seluruh peserta mengerjakan soal dengan tertib dan penuh konsentrasi untuk menunjukkan pemahaman mereka terhadap konsep-konsep yang diujikan.

Memasuki sesi kedua, peserta mengikuti tes unjuk kerja yang mengharuskan mereka melakukan serangkaian praktik dan menyelesaikan persoalan (problem solving) di hadapan dewan juri. Pada tahap ini, peserta tidak hanya dituntut menguasai materi fisika, tetapi juga mampu menganalisis persoalan, menerapkan konsep yang relevan, serta merumuskan solusi secara tepat.

Tahapan ini menjadi kesempatan bagi para finalis untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam mengaplikasikan ilmu fisika secara langsung, termasuk dalam konteks yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

Pada sesi ketiga, peserta mempresentasikan hasil tes unjuk kerja yang telah dilaksanakan pada sesi sebelumnya. Mereka menjelaskan proses pengerjaan, konsep fisika yang digunakan, serta solusi yang diperoleh. Kemampuan menyampaikan hasil analisis secara sistematis menjadi bagian penting dalam tahapan penilaian ini.

Foto saat Fatimah serius mengikuti FESSNAS

Bagi Fatimatus Zahroh, rangkaian ujian tersebut menghadirkan pengalaman yang menantang sekaligus menyenangkan. Ia mengaku merasakan beragam emosi selama mengikuti kompetisi, terutama ketika harus mempresentasikan hasil unjuk kerja di hadapan dewan juri.

“Seru ada, deg-degan juga ada. Banyak tantangan juga, apalagi pada sesi terakhir, ketika harus mempresentasikan hasil unjuk kerja yang sudah kami kerjakan pada sesi kedua di depan dewan juri,” ungkapnya seusai mengikuti ujian.

Pada hari kedua, Kamis (15/10/2026), kegiatan dilanjutkan dengan acara penutupan dan penganugerahan penghargaan (awarding). Momen ini menjadi salah satu bagian yang paling dinantikan oleh seluruh finalis setelah melewati rangkaian kompetisi.

Terlepas dari hasil akhir yang diumumkan, keberhasilan mencapai babak final merupakan pengalaman berharga bagi para peserta untuk terus mengembangkan potensi diri, meningkatkan semangat belajar, serta memperkaya pengalaman dalam bidang sains.

Salah seorang finalis juga menyampaikan pandangan bahwa seluruh peserta patut berbangga atas proses yang telah mereka lalui. Menurutnya, keberanian untuk berkompetisi, ketekunan dalam belajar, dan kesungguhan menghadapi tantangan merupakan bagian penting dari sebuah keberhasilan.

“Karena kita sudah melangkah sejauh ini, jangan jadikan hasil akhir sebagai satu-satunya tolok ukur keberhasilan. Ada banyak pengalaman, pelajaran, dan keberanian yang kita peroleh selama proses ini. Apa pun hasilnya, semoga pengalaman ini dapat memotivasi kita untuk terus semangat belajar,” ungkapnya.

Keikutsertaan Fatimatus Zahroh dalam babak final Olimpiade Fisika FESSNAS 2026 menjadi pengalaman berharga sekaligus kebanggaan bagi MA Miftahul Ulum Bengkak. Semoga pengalaman ini menjadi motivasi untuk terus berprestasi, mengembangkan kemampuan akademik, dan menumbuhkan semangat santri dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. (Miful/RM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *