Berbeda dengan Tahun Lalu, Pengobatan Thibbun Nabawi Kali Ini Lebih Berfokus kepada Thibbul Badan (Jasmani)
2 mins read

Berbeda dengan Tahun Lalu, Pengobatan Thibbun Nabawi Kali Ini Lebih Berfokus kepada Thibbul Badan (Jasmani)

Penulis: Hanin Syarifah

Bengkak, MIFUL News– Ahad siang kemarin (01/11/2026) Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum (YPP MU) Bengkak Wongsorejo Banyuwangi kembali menggelar kegiatan sosial. Kegiatan ini merupakan salah satu agenda menyambut acara haul majemuk ke-18. Kegiatan sosial kali ini berbasis kesehatan, yaitu pengobatan ala Rasulullah SAW yang dikenal dengan nama Thibbun Nabawi.

Pengobatan thibbun nabawi dibuka untuk masyarakat umum, khususnya masyarakat sekitar pesantren. Kegiatan ini diadakan tanpa biaya apapun alias gratis. Dal hal ini, YPP MU Bengkak bekerja sama dengan praktisi Keluarga Besar Ruqyah Aswaja (KBRA) Kabupaten Banyuwangi.

Abuya KH. Moh. Hayatul Ikhsan, MPd. berharap kegiatan sosial ini dapat memberi manfaat untuk masyarakat. Setelah membuka acara dengan Surat Al-Asr dan Al-Fatihah beliau berdawuh, “Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Miftahul Ulum dapat memberikakan manfaat. Bukan hanya dalam hal keilmuan, tetapi dalam masalah kesehatan, baik secara jasmani dan rohani.”

Thibbun Nabawi ini merupakan warisan agung dari Rasulullah SAW yang harus dilestarikan. Thibbun Nabawi disebut pula Pengobatan ala Nabi, yakni segala petunjuk, ucapan, perbuatan, serta ketetapan (taqrir) dari Nabi Muhammad SAW yang berkaitan dengan kesehatan, pencegahan penyakit, serta pengobatan. Di mana Nabi membagi pengobatan menjadi dua, yaitu Thibbul Qulub (pengobatan rohani) dan Thibbul Badan (pengobatan jasmani).

Pukul 14.00 WIB, para peserta bakti sosial (baksos) mulai berdatangan. Peserta mayoritas bapak-bapak, kurang lebih berjumlah 30 orang. Mereka semua berbondong-bondong untuk mencoba pengobatan ala Rasulullah Saw.

Pengobatan kali ini tidak hanya berfokus kepada pengobatan rohani seperti tahun lalu, tetapi lebih kepada kesehatan jasmani. Di antaranya ada pijat refleksi, totok punggung, totok syaraf, dan bekam sunnah.

“Peserta yang mengikuti pengobatan bebas memilih pengobatan mana yang akan digunakan sesuai dengan keluhan penyakit masing-masing,” ungkap Lora Majid, salah satu praktisi KBRA.

Kegiatan pengobatan ala Rasulullah SAW tahun ini disambut dengan antusias yang luar biasa. Terbilang jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini karena tahun ini panitia membuka layanan pengobatan jasmani dengan beragam pengobatan dan sangat dibutuhkan masyarakat.

“Alhamdulilalh, banyaknya peminat menjadi bukti bahwa masyarakat semakin sadar akan pentingnya pengobatan sunnah yang alami dan menyehatkan,” ungkap Ust. Imron Rosyidi selaku koordinator pada kegiatan tersebut. (Miful/HS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *