Latih Santri Berfikir Kritis dan Rasional, Miftahul Ulum Gelar Bahtsul Masa’il Jelang Haul Masyayikh XVIII YPP MU
Penulis: Ika Nurjannah, S.Pd.I
Bengkak, MIFUL News– Bahtsul Masai’l (BM) dalah kegiatan yang sudah tidak asing lagi di kalangan santri. Forum diskusi ilmiah yang biasanya membahas serta memecahkan masalah hukum agama ini sukses digelar Jum’at siang kemarin (30/10/2026). BM ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang rutin dilaksanakan menjelang Haul Masyayikh Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum (YPP MU) Bengkak Wongsorejo Banyuwangi.
Tepat pukul 13.00 WIB para peserta mulai memadati Aula YPP MU Bengkak. Acara ini di ikuti oleh santri putra dari berbagai Pondok Pesantren yang ada di Kecamatan Wongsorejo. Tercatat delapan Pondok Pesantren yang diundang dalam kegiatan ini.
Ustd. Diki sebagai moderator memandu jalannya diskusi dalam forum. Forum diskusi terpantau berjalan dengan baik, tertib, dan seru. Para peserta menyimak dengan tenang dan mencatat kemudian saling lempar pendapat membahas permasalahan yang sudah dirumuskan oleh Ust. Wahyudi dan Ust. Ahmad Zaini.
Gus Ahmad Alif Saiful Arif, M.Ag menyampaikan bahwa ada tiga persoalan yang dibahas dalam forum Bahtsul Masa’il kali ini.
“Untuk as’ilah yang dibahas ada tiga, yaitu aturan salat jamaah tentang kewajiban makmum mengikuti gerakan imam dan tidak boleh mendahului gerakan imam. Keabsahan puasa bagi orang yang junub karena mimpi basah di malam hari dan bangun di waktu azan subuh masih dalam keadaan junub. Dan wajibnya zakat fitrah bagi orang miskin yang memiliki harta atau makanan pokok yang lebih dari kebutuhan dirinya dan keluarganya,” beber sang notulen jelas.

Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para santri tentang cara menyelesaikan persoalan dengan baik dan benar. Hal ini senada dengan apa yang disampaikan oleh Gus Alif sebagai pemangku Ma’had Almiftah Lil’ulum YPP MU Bengkak. Beliau berdawuh, “Kegiatan semacam ini dapat melatih para santri untuk berpikir secara kritis dan rasional serta mendalami pendapat-pendapat para ulama salaf dalam memutuskan hukum”.
“Bahtsul Masa’il juga diharapkan dapat memotivasi santri remaja dalam mengembangkan bakat berdiskusi kitab turats, sehingga setiap permasalah yang ada akan selesai dengan baik,” Imbuh beliau.
Setelah saling adu pendapat dengan berbagai dalil, kemudian semua rumusan masalah dikoreksi oleh Ust. Sudari dan Ust. Muhammad Dardiri. Beliau berdua juga meluruskan dan mengesahkan pendapat hukum yang telah dihasilkan forum.
“Alhamdulillah, kegiatan berjalan dengan baik dan lancar. Kegiatan semacam ini bagus jika dilakukan secara continuous karena akan menumbuhkan rasa cinta terhadap naskah kitab turost para ulama sehingga diharapkan kelak para santri dapat menjawab persoalan kehidupan di masyarakat dengan pendapat yang baik dan sohih, ” ungkap Ust. Rahmat Mulyadi, S.Ag, Kepala Madrasah Diniyah Miftahul Ulum Bengkak. (MIFUL/INj)