Gosil dalam Suasana Haul Majemuk 2025: Bukan Hanya Menyatukan Hobi, Tetapi Kebersamaan dan Doa untuk Masyayikh
2 mins read

Gosil dalam Suasana Haul Majemuk 2025: Bukan Hanya Menyatukan Hobi, Tetapi Kebersamaan dan Doa untuk Masyayikh

16

Oleh: Rina Mariyana, M. Pd

Bengkak, MIFUL News – Pagi ini, suasana lapangan Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum (YPP MU) mempunyai ritme berbeda dari biasanya. Udara dingin di pagi hari seakan ikut menyambut bahagia kedatangan para peserta Gowes Silaturrahmi (Gosil) dari berbagai daerah. Santri dan siswa dibuat tercengang melihat suasana yang tidak biasa- lebih ramai, lebih banyak orang dan lebih padat dari hari biasa.
Deruan mobil dan motor ikut menambah hiruk-pikuk keramaian membawa beberapa sepeda. Sementara beberapa guru tampak tersenyum lebar dari biasanya. Terlihat beberapa panitia sibuk dan mengumumkan untuk memakai nomer pada sepeda.

Momen haul selalu menghadirkan rasa persaudaraan kuat antara kiai, alumni, simpatisan hingga masyarakat sekitar. Tidak bisa dipungkiri semua menyatu menjadi satu kesatuan menjadi: Keluarga Besar Miftahul Ulum.

Dalam beberapa agenda dalam rangka menyambut haul majemuk 2025 yang telah dilalui, gosil adalah salah satu agenda yang mengundang perhatian baik dari kalangan anak-anak, remaja bahkan dewasa. Tampak dari semangat peserta gosil- memakai pakaian atribut gowes, hadir untuk berpartisipasi.

Semangat para peserta ditunjukkan kala Prof. Dr. Fawaizul Umam, M.Ag melepas para peserta gosil dari halaman YPP MU. Berikutnya para goweser mengayuh sepeda dengan santai sesuai dengan rute yang ditentukan. Intruksi panitia jelas: Tidak boleh mendahului pengasuh. Jarak tempuh gosil kali ini berkisar -+15 KM tidak terlalu jauh. Namun, sudah bisa mengeluarkan keringat dan membakar kalori.

Sepanjang rute, para goweser hanya menemukan 1 titik posko pemberhentian- untuk beristirahat dan membaca tahlil bersama. Pembacaan tahlil dipimpin langsung oleh Abuya KH. Moh. Hayatul Ikhsan, M.Pd, Pengasuh YPP MU Bengkak. Inilah perbedaan Gosil dengan gowes-gowes pada umumnya, di sini Gosil bukan hanya merupakan ajang menyatukan hobi, tetapi juga ajang kebaikan dan momen mendoakan para masyayikh.

Puncak yang paling ditunggu setelah para peserta gosil sudah ada digaris finish adalah pengundian doorprize oleh panitia. Tepuk tanganpun menjadi riuh kala salah satu dari peserta gosil terpanggil memenangkan doorprize.

“Senang sekaligus tak menyangka, karena sepanjang saya mengikuti gosil baru kali ini mendapat doorprize (blender).” ungkap salah satu peserta bahagia yang ditemui tim Miful Media.

Pada akhirnya, yang terpenting kegiatan gosil ini bukan sekedar acara- melainkan kebersamaan dan silaturrahmi tetap terjaga sesuai dengan acara kita Gosil, gowes silaturrahim. Panitia sukses menggelar acara dengan baik dan menyenangkan. (Miful/RM)

5 thoughts on “Gosil dalam Suasana Haul Majemuk 2025: Bukan Hanya Menyatukan Hobi, Tetapi Kebersamaan dan Doa untuk Masyayikh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *