Berkah Haul Masyayikh ke-17 YPP MU: Ratusan Peserta Ikuti Seminar dan Praktik Thibbun Nabawi
Penulis: Rudi Hantono, S.Pd.I
Bengkak, MIFUL News– Pada hari ini, Ahad pagi tanggal 16 November 2025. Rangkaian acara Haul Majemuk Masyayikh Pondok Pesantren Miftahul Ulum yang ke-17 semakin khidmat dengan digelarnya kegiatan seminar dan praktik pengobatan ala Nabi atau yang dikenal dengan Thibbun Nabawi. Kegiatan ini dihelat di Aula Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum (YPP MU) Bengkak Wongsorejo Banyuwangi dan dihadiri oleh ratusan santri, alumni, dan masyarakat umum dengan antusias.
Tepat pukul 09.20 WIB acara Thibbun Nabawi dimulai oleh Ust. Sunardi dengan pembacaan Bismillah. Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pengenalan pengobatan ala Rasulullah Saw. Selepas sambutan Ust. Sunardi dilanjutkan dengan fawatih oleh Gus Fawaid. Acara kali ini terasa istimewa dengan kehadiran narasumber utama, yakni Gus Abdul Majid Dhofir, seorang praktisi dan ahli dalam pengobatan sunnah.
Dalam seminar yang berlangsung, Gus Abdul Majid Dhofir menyampaikan pentingnya mengamalkan pola hidup sehat sesuai tuntunan Rasulullah Saw. Beliau menekankan bahwa Thibbun Nabawi bukan sekadar pengobatan alternatif, melainkan panduan kesehatan yang mencakup aspek fisik, mental, dan spiritual.
“Thibbun Nabawi mengajarkan kita untuk menjaga kesehatan sebelum datangnya sakit. Ini adalah bagian dari ketaatan kita kepada ajaran Nabi,” ujar Gus Abdul Majid Dhofir di hadapan para peserta. “Niatkan dalam hati untuk kesembuhan kalian semua. Niatkan juga untuk kesembuhan keluarga dan para sesepuh jenengan semua,” pungkas beliau.
Pada puncak acara ini diisi dengan praktik langsung yang dipandu oleh tim dari Gus Abdul Majid Dhofir. Beberapa peserta berkesempatan mencoba praktik secara langsung di tempat, sementara peserta lainnya mendapatkan edukasi mendalam tentang titik-titik vital dalam pengobatan tersebut. Terbukti antusiasme peserta dalam praktik Thibbun Nabawi berlangsung meluap saat Gus Abdul Majid Dhofir membacakan ayat-ayat Al-Qur’an. Tentu kendala dan penyakit mereka bermacam-macam sesuai gaya hidup dan sikap yang mereka lakukan selama ini.
“Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin sebagai bagian dari syiar Islam dan mengenalkan khazanah pengobatan tradisional yang bersumber dari sunnah Nabi Muhammad Shallallahu ’alaihi wa sallam,” ungkap Ust. Rosul, Ketua Panitia Haul Majemuk tahun ini. (Miful/RHn)
Termotivasi dengan tulisan-tulisan yang cak rudi torehkan