Pasca Imda I, 106 Murid Laksanakan Ujian Kitab dan Al-Miftah
3 mins read

Pasca Imda I, 106 Murid Laksanakan Ujian Kitab dan Al-Miftah

16

Penulis: Ust. Mahrus Ali

Bengkak, MIFUL News– Madrasah Diniyah Miftahul Ulum (Madin MU) Bengkak Wongsorejo Banyuwangi kembali menyelenggarakan ujian kitab dan Al-Miftah. Kegiatan ini meliputi Ujian Al-Miftah untuk kelas 4 serta Ujian Membaca Kitab untuk kelas 5 dan 6. Ujian ini merupakan bagian penting dalam proses evaluasi pembelajaran santri, khususnya dalam bidang membaca kitab dan Al-Miftah.

Ujian ini rutin dilaksanakan setiap selesai pelaksanaan ujian tulis Imtihan Dauri (Imda). Pada Imda Pertama ini peserta berjumlah 106 dari kelas 4, 5, dan 6, dengan rincian 26 peserta banin dan 80 dari banat. Ujian yang dilaksanakan di Madin MU Bengkak Wongsorejo Banyuwangi ini berlangsung selama 2 hari, sejak kemarin tanggal 24 Juli sampai sekarang 25 Juli 2025.

Pelaksanaan ujian Al-Miftah kali ini menghadirkan dua penguji dari Pondok Pesantren Sidogiri, yaitu Ust. Muhammad Hamdi dan Ust. Muhammad Rohim. Beliau berdua menguji dengan penuh kesabaran dan ketelitian, serta mengetes penguasaan materi Al-Miftah dari para peserta ujian.

Dalam sambutannya, Kepala Madin Miftahul Ulum Bengkak Wongsorejo Banyuwangi, Ust. Asmoni, S.Pd.I., menyampaikan harapannya agar para santri diberi kemudahan dan kelancaran dalam mengikuti ujian ini. “Semoga anak-anak dimudahkan dan dilancarkan juga diberi kesuksesan dalam ujian ini,” ungkap beliau.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang evaluasi kemampuan para santri, tetapi juga sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas belajar dan kedalaman ilmu agama khususnya dalam bidang cara cepat membaca kitab kuning. Selain ajang evaluasi, ujian ini juga sebagai syarat nantinya naik ke kelas selanjutnya.

Pelaksanaan ujian lisan Al-Miftah untuk kelas 4 dilaksanakan dengan sistem undian. Setiap peserta akan mengambil undian yang berisi 5 lafadz dari Jilid 1 dan 5 lafadz dari Jilid 2. Masing-masing lafadz memuat lima pertanyaan, sehingga total keseluruhan pertanyaan mencapai 50 butir, terbagi merata antara dua jilid tersebut. Materi yang diujikan meliputi seluruh isi kitab Al-Miftah Jilid 1 dan 2, mulai dari awal hingga akhir.

Teknis Ujian baca Kitab kelas 5 dibagi menjadi dua model, yaitu tes baca dan tes pertanyaan. Pada tes baca, peserta diminta membaca lafadz sebanyak tujuh baris dari materi yang telah disediakan menggunakan kitab kosong. Setelah itu, peserta melanjutkan dengan membaca makna dari tiga baris lafadz yang telah dibaca menggunakan kitab milik masing-masing. Selanjutnya, pada bagian tes pertanyaan, peserta akan menjawab pertanyaan seputar kedudukan lafadz yang telah mereka baca, dengan jumlah pertanyaan sebanyak sepuluh butir.

Adapun teknis ujian membaca kitab untuk kelas 6 mengikuti format yang serupa. Peserta akan diuji dalam dua bagian, yakni tes baca dan tes pertanyaan. Dalam tes baca, peserta diminta membaca lafadz sebanyak tujuh baris menggunakan kitab kosong, lalu membaca makna dari tiga baris lafadz tersebut menggunakan kitab mereka sendiri. Tes dilanjutkan dengan bagian pertanyaan, di mana peserta harus menjawab sepuluh soal yang berkaitan dengan kedudukan lafadz yang telah dibaca.

Dengan metode ini, diharapkan peserta dapat memahami dengan baik struktur dan makna dari kitab yang telah mereka pelajari. “Semoga seluruh rangkaian ujian ini berjalan lancar dan menghasilkan santri-santri yang unggul dalam ilmu dan akhlak, sesuai dengan tujuan pendidikan Madrasah Diniyah Miftahul Ulum,” beber Kepala Madrasah penuh harap. (Miful/MA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *