Pererat Robithoh dan Kebersamaan, YPP Miftahul Ulum Gelar Milad Dzikir Jama’i ke-8 dan Harlah IKSSAMU ke-20
4 mins read

Pererat Robithoh dan Kebersamaan, YPP Miftahul Ulum Gelar Milad Dzikir Jama’i ke-8 dan Harlah IKSSAMU ke-20

Oleh: Alvi Wardatun Ni’mah, S.Pd.

Bengkak, Miful News – Suasana khidmat dan meriah menyelimuti halaman utama Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum (YPPMU) Bengkak, Wongsorejo, Banyuwangi, pada Ahad malam Senin (1/11/2026). Kemeriahan tersebut mewarnai peringatan Milad Dzikir Jama’i ke-8 sekaligus Harlah Ikatan Silaturahmi Santri dan Alumni Miftahul Ulum (IKSSAMU) ke-20.

Pada tahun ini, kedua momentum tersebut mengusung tema “Setia dalam Robithoh, Bersama dalam Nadhoh”. Tema ini menjadi pengingat pentingnya menjaga ikatan batin antara guru, santri, alumni, dan seluruh keluarga besar Miftahul Ulum.

Lebih dari sekadar peringatan hari jadi, kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus melestarikan tradisi dan nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan oleh para masyayikh.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Abuya KH. M. Hayatul Ikhsan selaku Khodimul Majlis Dzikir Jama’i Miftahul Ulum, Abuya Fawaizul Umam, Abuya Taufiqurrahman, KH. Abdullah Hadir selaku Ketua Pengurus Pusat Majlis Dzikir Jama’i, Gus Ilham al-Fatih dari Pasuruan, Jawa Timur, serta Ust. Moh. Rasul selaku Ketua IKSSAMU. Turut hadir pula para simpatisan, wali santri, alumni, dan santri aktif Pondok Pesantren Miftahul Ulum.

Kegiatan dimulai tepat pukul 19.00 WIB dengan penampilan Hadrah Nurul Fatih yang melantunkan berbagai sholawat. Lantunan tersebut menambah semarak suasana sekaligus mengantarkan para jamaah memasuki rangkaian acara dengan penuh kekhusyukan.

Acara kemudian resmi dibuka oleh Ust. Rudi Hartono, M.Pd. dengan pembacaan Surah Al-Ashr. Selanjutnya, pembacaan Fawatih dipimpin oleh Abuya Taufiqurrahman, S.Pd.I., dilanjutkan dengan pembacaan Sholawat Fatih dan Sholawat Nariyah secara bersama-sama.

“Dengan pembacaan Sholawat Fatih dan Sholawat Nariyah, semoga kelak kita mendapatkan syafaat Nabi Muhammad SAW,” ungkap Ust. Rudi Hartono, M.Pd. selaku pembawa acara.

Rangkaian kegiatan berikutnya adalah pembacaan Aqoid Saeket yang diiringi oleh Majelis Hadrah. Aqoid Saeket merupakan salah satu amalan yang diijazahkan langsung oleh almarhum Almaghfurlah KHR. As’ad Syamsul Arifin. Pembacaan amalan ini menjadi salah satu ikhtiar untuk memperkuat keimanan dan ketauhidan para jamaah.

Setelah pembacaan Aqoid Saeket, acara dilanjutkan dengan Taujihad wal Irsyadat yang disampaikan oleh KH. Abdullah Hadir selaku Ketua Pengurus Pusat Majlis Dzikir Jama’i. Dalam kesempatan tersebut, beliau juga memimpin langsung pembacaan Dzikir Jama’i yang diikuti oleh seluruh jamaah.

Dalam tausiyahnya, KH. Abdullah menjelaskan tradisi serta asal-usul amalan Dzikir Jama’i yang hingga kini terus dilestarikan.

“Dzikir Jama’i merupakan wirid atau amalan yang biasa dibaca oleh guru dari KH. Ihya’ Ulumuddin dan Abuya KH. Moh. Hayatul Ikhsan, M.Pd., yakni Abuya As-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani,” ungkap beliau.

Usai pembacaan Dzikir Jama’i, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan delapan tahun Dzikir Jama’i dan dua puluh tahun IKSSAMU. Prosesi tersebut diiringi lantunan hadrah yang menambah suasana khidmat dan penuh kebersamaan.

Suasana semakin semarak ketika Gus Ilham al-Fatih dari Pasuruan, Jawa Timur, memimpin pembacaan sholawat bersama. Gema sholawat yang membahana di Bumi Miftahul Ulum Bengkak disambut antusias oleh seluruh jamaah. Para santri, alumni, wali santri, dan simpatisan tampak bersemangat mengikuti setiap lantunan sholawat.

Antusiasme tersebut juga terlihat dari para santri putri yang mengikuti kegiatan hingga akhir acara. Bagi mereka, peringatan tahun ini menjadi pengalaman istimewa karena dapat merasakan kebersamaan dalam satu majelis sholawat bersama seluruh keluarga besar Miftahul Ulum.

“Masyaallah, Milad dan Harlah yang diadakan dalam rangkaian acara Haul tahun ini sangat istimewa dan meriah,” ungkap salah seorang santri putri.

Menjelang penghujung acara, seluruh jamaah terlebih dahulu melantunkan Dzikir Basmalah, kemudian dilanjutkan dengan Mahallul Qiyam. Dalam suasana penuh kekhusyukan, para jamaah bergandengan tangan sembari melantunkan dzikir bersama. Setelah itu, seluruh jamaah berdiri untuk mengikuti Mahallul Qiyam sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin langsung oleh Gus Ilham al-Fatih.

“Melalui peringatan Milad Dzikir Jama’i ke-8 dan Harlah IKSSAMU ke-20 ini, diharapkan tradisi dzikir dan sholawat tetap terjaga serta hubungan antara guru, santri, dan alumni semakin erat,” ungkap Ibuk Sekarwati selaku alumni YPPMU.

Peringatan ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat robithoh, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta menjaga kesinambungan perjuangan dan tradisi keilmuan di lingkungan keluarga besar Pondok Pesantren Miftahul Ulum. (Miful/AWN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *