Semarak Hari Santri Nasional 2026, RAJA 46 Gelar Kemah Santri
3 mins read

Semarak Hari Santri Nasional 2026, RAJA 46 Gelar Kemah Santri

Penulis: Rudi Hantono, S.Pd.I

Bengkak, MIFUL News– Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Raudhatul Athfal Khadijah 46 (RAJA 46)  menyelenggarakan kegiatan “Kemah Santri Kecil” pada Ahad, 25 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di halaman RAJA 46 ini menjadi sarana edukatif untuk mengenalkan kehidupan santri kepada anak-anak sejak usia dini melalui aktivitas yang menyenangkan, religius, dan penuh kebersamaan.

Acara dimulai tepat pukul 07.15 WIB yang dipandu oleh Ustd. Mita Ratnasari, S.Pd., beliau mengarahkan jalannya kegiatan dengan suasana ceria dan penuh semangat. Sejak awal acara, anak-anak tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang telah disiapkan oleh para guru.

Dalam sambutannya, Kepala RAJA 46, Ustd. Rika Febriyanti, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan Kemah Santri Kecil dirancang untuk menanamkan nilai-nilai kesantrian sejak dini, terutama dalam hal kedisiplinan, kemandirian, kebersamaan, tanggung jawab, serta kecintaan terhadap ibadah dan tradisi pesantren.

“Kami ingin anak-anak mengenal bahwa menjadi santri bukan hanya tentang belajar, tetapi juga tentang membiasakan diri beribadah, hidup tertib, saling membantu, dan menghormati guru serta orangtua. Semoga melalui Kemah Santri Kecil ini, tumbuh kecintaan mereka terhadap ilmu, agama, dan kehidupan pesantren sejak usia dini,” ungkap Ustd. Rika Febriyanti.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta yang diantar oleh orangtua masing-masing. Setelah itu, anak-anak diajak mengikuti petualangan menuju tenda dengan didampingi wali kelas masing-masing. Suasana semakin semarak melalui kegiatan ice breaking dan yel-yel yang membangkitkan semangat serta mempererat kebersamaan antarpeserta.

Semangat Hari Santri Nasional semakin terasa ketika seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu Yalal Wathon dan Mars Miftahul Ulum. Suasana ini menjadi sarana mengenalkan semangat kebangsaan, kecintaan terhadap tanah air, dan identitas kelembagaan kepada anak-anak sejak usia dini.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan salat Dhuha berjamaah sebagai bentuk pembiasaan ibadah dan penguatan nilai-nilai spiritual. Melalui pembiasaan tersebut, peserta didik diajak mengenal pentingnya mendekatkan diri kepada Allah Swt. dalam suasana yang sederhana, hangat, dan penuh kebersamaan.

Salah satu momen yang menarik adalah makan bersama ala santri dengan menggunakan daun pisang sebagai alas nasi. Anak-anak menikmati hidangan bersama teman-temannya sambil belajar berbagi, menjaga kebersihan, menghargai makanan, dan mempererat persaudaraan. Kesederhanaan yang dihadirkan dalam kegiatan ini menjadi pengalaman edukatif yang dekat dengan kehidupan pesantren.

Keceriaan berlanjut melalui permainan edukatif dalam sesi games ceria, yakni mengenakan sarung bagi peserta putra dan mukena bagi peserta putri. Permainan tersebut dikemas untuk melatih keberanian, ketangkasan, kemandirian, dan kemampuan anak mengikuti arahan dengan gembira.

Tidak kalah menarik, sesi kreasi guru turut memeriahkan suasana. Melalui kreativitas dan pendampingan para guru, kegiatan berlangsung lebih interaktif sehingga anak-anak dapat menikmati pengalaman belajar yang menyenangkan di luar rutinitas pembelajaran di kelas.

Seluruh rangkaian Kemah Santri Kecil ditutup dengan pembacaan doa majelis dan Surah Al-‘Asr secara bersama-sama. Penutupan ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kebersamaan, memanfaatkan waktu untuk kebaikan, dan membiasakan diri mengakhiri setiap kegiatan dengan doa. Melalui kegiatan ini, RAJA 46 berharap semangat Hari Santri Nasional tidak hanya diperingati sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai luhur pesantren dalam kehidupan anak sejak .usia dini. (Miful/RHn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *