Semarak Kemerdekaan: Imamu Miful Gelar Majlis Sholawat dan Dzikir Jama’i sebagai Pembuka Lomba Agustusan
Oleh: Faidhur Rohim, S.Pd
Alasbuluh, MIFUL News – 16 Agustus 2025, dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke-80, Ikatan Mahasiswa dan Alumni Muda Miftahul Ulum (Imamu Miful) menggelar berbagai macam kegiatan. Salah satunya ialah kegiatan tadi malam, yaitu Majelis Taklim dan Sholawat Dzikir Jama’i. Acara tersebut sebagai simbol pembukaan rangkaian acara dan lomba 17-an yang akan di gelar keesokan harinya.
Acara yang berlangsung di TPQ Bahrul Falah Labuanlalang Alasbuluh dihadiri oleh para alumni, simpatisan, dewan guru, wali santri, santri banin dan banat Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum (YPP MU) Bengkak Wongsorejo, dan masyarakat sekitar. Setiap dzikir dan sholawat yang dibaca mengalun penuh khidmat.

Tepat pukul 19.30 WIB, acara dimulai dan diawali dengan pembacaan Sholawat Fatih, Sholawat Nariyah, dan Aqo’id Saekhet (50). Acara ini dipimpin oleh Ust. Rudi Hartono, M.Pd. selaku pemandu acara. Kemudian, dilanjutkan dengan tausiyah kebangsaan dan bagaimana cara merayakan kemerdekaan.
Pengasuh YPP. Miftahul Ulum Bengkak menjelaskan tentang beberapa penjajahan. Abuya KH. Moh. Hayatul Ikhsan, M.Pd dengan jelas berdawuh, “terdapat tiga jenis penjajahan. Pertama, Penjajahan yang dilakukan oleh manusia, kelompok, bangsa atau negara. Kedua, Penjajahan oleh materi atau duniawi. Ketiga, Penjajahan oleh hawa nafsu”.
“Seyogyanya dalam momentum kemerdekaan hendaknya kita menjadikan ruang untuk merefleksikan kembali, apakah kita sebagai individu yang cakap dalam hubungan nasionalitas dan spiritualitas? Atau hanya sebagai individu yang jauh dari dua kelas tersebut?,” imbuh beliau dalam tausiyahnya.
Abuya Hayat juga menyampaikan tentang pentingnya mensyukuri nikmat kemerdekaan dan menjaga semangat perjuangan para pahlawan dengan mengisi kemerdekaan melalui sholawat, dzikir dan do’a.
“Dzikir dan sholawat ini bukan hanya doa untuk bangsa, tetapi juga sarana memperkokoh spiritualitas dan kecintaan kepada tanah air,” ungkap beliau sebelum mengakhiri tausiyahnya.
Puncak kegiatan ini diisi dengan pembacaan dzikir jama’i dan dzikir basmalah yang dipimpin langsung oleh pengasuh YPP Miftahul Ulum dan Jam’iyah Hadrah “Nurul Fatih”. Hal tersebut menciptakan suasana religius yang penuh dengan rasa syukur.
Untuk keselamatan bangsa dan keberkahan umat, acara ditutup dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Yahlal Wathon, dan doa bersama. Selanjutnya, Abuya Hayat menyalakan obor kemerdekaan sebagai simbol semangat perjuangan yang terus menyala.
Salah satu panitia menyampaikan kesannya bahwa kegiatan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga. “Kami merasa bangga pada Imamu Miful, bisa mengawali rangkaian peringatan HUT RI ini dengan dzikir jama’i dan sholawat. Kegiatan ini bukan hanya memberi semangat kebersamaan, tetapi juga meneguhkan niat bahwa perjuangan mengisi kemerdekaan harus dilandasi dengan nilai spiritual,” ungkap Alvi selaku panitia dalam acara ini. (Miful/FR)
Imamu, semangat selalu