Triple Kolaborasi, Adakan Penyuluhan Tentang Anemia Pada Santriwati YPP MU
4 mins read

Triple Kolaborasi, Adakan Penyuluhan Tentang Anemia Pada Santriwati YPP MU

14

Penulis: Ustd. Sinta Safitri

Bengkak, MIFUL News– Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) Banyuwangi mengadakan penyuluhan tentang anemia dan manfaat tablet tambah darah (TTD) pada santriwati Pondok Pesantren Miftahul Ulum (PP MU) Bengkak. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi terpadu antara mahasiswa FIKKIA UNAIR, Puskemas Wongsorejo, dan Poskestren Az-Zuhroh YPP MU.

Kegiatan yang digelar pada hari Sabtu, 25 Oktober 2025 ini dibagi menjadi tiga kelompok di tiga tempat yang berbeda. Kelompok pertama terdiri dari 50 santriwati usia 12-16 tahun yang ditempatkan di Aula MU. Kelompok kedua adalah kader Poskestren yang berjumlah 15 santriwati di ruang Lab MA MU, sedangkan untuk kelompok ketiga, yaitu para Musyrifah yang berjumlah 10 santriwati ditempatkan di ruang Lab komputer Mts. Pengelompokan ini dimaksudkan untuk memudahkan penyampaian materi dan pemberian tugas sebagai upaya tindak lanjut pencegahan anemia setelah penyuluhan selesai. Lebih jelasnya, kelompok dua akan bertugas mengordinir dan membagikan TTD setiap minggu, sedangkan kelompok tiga diberikan tugas khusus untuk memantau dan rutin melaporkan santri mengonsumsi TTD via online dengan mengisi link yang sudah disiapkan oleh mahasiswa FIKKIA UNAIR.

Di setiap kelompok, agenda dimulai dengan sesi penjelasan mendalam terkait anemia, seperti penyebab, gejala, dampak pada tubuh, dan cara mengatasinya. Selain itu, mahasiswa FIKKIA UNAIR juga menekankan tentang pentingnya minum tablet tambah darah secara rutin sebagai upaya pencegahan yang efektif. Setelah edukasi selesai, Mahasiswa FIKKIA UNAIR mulai membagikan tablet tambah darah dan diminum bersama untuk menegaskan komitmen santriwati dalam menjaga kesehatan darah.

Selaku pembina Poskestren Az-Zuhroh, Ustd Siti Nur Annisa’ menyambut hangat kegiatan penyuluhan ini. Dia mengungkapkan bahwa pemahaman terkait anemia sangat penting bagi remaja putri. “Banyak dari mereka belum tau apa itu anemia, serta dampaknya bagi kesehatan dan prestasi belajar. Usia peserta yang berkisar 12 tahun ke atas adalah masa pubertas, saat mereka mulai mengalami perubahan fisiologis yang rentan berisiko anemia. Maka, penyuluhan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran mereka sejak dini,” tuturnya.

Selanjutnya, sebagai bentuk nyata kepedulian mahasiswa FIKKIA UNAIR juga membagikan tote bag berisi buku CEMPAKA (Cermat pantau kondisi Anemia) dan buku manajemen kesehatan selama periode haid. Dengan kedua buku tersebut, santriwati dapat memperoleh informasi praktis agar dapat menjaga kondisi tubuh saat haid, seperti tips pola makan sehat dan tanda-tanda tubuh kekurangan darah saat haid.

Menurut Kak Nina, salah satu mahasiswa FIKKIA UNAIR, ia dan teman-teman mahasiswa merasa sangat bangga bisa berkolaborasi dengan Puskesmas Wongsorejo dan YPP MU dalam kegiatan penyuluhan anemia dan pemberdayaan kader CEMPAKA ini. “Antusiasme dari teman-teman santri luar biasa, dan kami melihat semangat belajar mereka sangat tinggi dalam memahami pentingnya pencegahan anemia, ” ungkapnya.

Kak Nina melanjutkan, “harapannya semoga kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini saja, tetapi bisa terus berlanjut melalui peran aktif para kader santri CEMPAKA sebagai agen perubahan di lingkungan pesantren, khususnya dalam pemantauan konsumsi TTD pada teman-teman santriwati. Ke depannya, kami berharap kerja sama antara universitas, puskesmas, dan pesantren dapat terus terjalin untuk mewujudkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan bebas anemia.”

Setelah sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai game interaktif yang menyenangkan. Bayak DoorPrize keren yang dibagikan kepada santriwati yang aktif berpartisipasi, seperti tote bag, notebook, tumbler, pulpen dan stiker FIKKIA UNAIR, serta poster terkait anemia. Sebagai penutup, para santriwati dan mahasiswa FIKKIA UNAIR berfoto bersama.

“Semoga dengan penyuluhan ini dapat mendorong kalian agar lebih memperhatikan kesehatan darah dan mengajak temen-temen untuk melakukan pencegahan anemia bersama, sehingga santri Miful menjadi santri yang sehat, inovatif, dan bahagia,” ujar Bunda Yosi, perwakilan dari Puskemas Wongsorejo yang turut hadir mendampingi kegiatan tersebut. (Miful/SF)

One thought on “Triple Kolaborasi, Adakan Penyuluhan Tentang Anemia Pada Santriwati YPP MU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *