Idul Adha: Jangan Ulangi Kesalahan yang Sama
2 mins read

Idul Adha: Jangan Ulangi Kesalahan yang Sama

13
0

Oleh: Ustd. Astutik Maimuna, M.Pd*)

Idul Fitri telah berlalu, Idul Adha akan datang. Dua hari raya ini menjadi momen saling bermaaf-maafan. Sayangnya, Idul Fitri kemarin banyak sekali di antara kita yang bersilaturahmi, sibuk keliling mengunjungi saudara dan tetangga, niatnya hendak meminta maaf memurnikan diri dan jiwa. Akan tetapi, pada niat mulia tersebut justru ternoda karena kesalahan ucap yang fatal. Hati-hatilah, jangan ulang kesalahan yang sama pada perayaan Idul Adha nanti.

Seyogyanya, silaturahmi dapat mempererat tali persaudaraan bagi umat islam. Silaturrahmi juga sangat dianjurkan oleh Rasullullah saw. sebagaimana disebutkan dalam hadits bahwa orang yang melakukan silaturahmi merupakan orang yang beriman pada hari akhir.

Silaturrahmi juga mendatangkan berbagai manfaat, diantaranya menjaga keharmonisan dan kerukunan serta memanjangkan umur dan melapangkan rezeki. Oleh karena itu, hindari segala hal yang dapat merusak dan menghilangkan keberkahan silaturrahmi.

Buang jauh-jauh semua kata tanya. Baik posisi kita sebagai tamu ataupun tuan rumah, jangan sekali-kali membuka percakapan sekadar basa-basi dengan kata tanya. Misalnya, apa sudah menikah? Apa sudah kerja? Apa sudah punya anak? Apa sudah bangun rumah? Takutnya kemudian kamu ditanya balik, kapan meninggal?

Argh, saudara atau teman yang bahkan kita jarang bertemu dengannya kecuali pada momen-momen tertentu, kita tidak pernah tahu apa dan bagaimana kehidupannya. Pertanyaan-pertanyaan klise itu sungguh tidak perlu ditanyakan, jika berkenan mereka akan menceritakan dengan sendirinya tanpa kita tanya.

Percayalah, itu hanya pertanyaan sederhana yang dilontarkan untuk membuka percakapan. Namun, efeknya terlalu besar jika kau bertanya tentang pernikahan pada orang yang sedang ikhtiar habis-habisan agar segera dipertemukan jodohnya. Pun demikian, pertanyaan tentang pekerjaan, anak, atau rumah dan lainnya.

Hal-hal yang kelihatan remeh seperti ini menjadikan antar saudara enggan untuk bersilaturahmi kembali di lain hari. Sangat disayangkan, bukan?

Idul Adha nanti kalau bertemu sanak saudara atau teman, mari saling bermaaf-maafan dengan benar. Bermuhasabah, ingat-ingat kita pernah berbuat salah apa pada mereka, minta maaflah dengan tulus. Fokus pada diri sendiri tanpa harus mengorek lawan. Jadilah tamu dan tuan rumah yang baik dengan menjaga kehati-hatian. Semoga Allah swt. senantiasa meridloi. Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *