Lingkungan Toxic , Benarkah Menyerap Energi Positif?
Penulis : Rina Mariyana, M.Pd.
Pernahkah kamu merasa lelah meskipun tidak melakukan apa-apa? Atau merasa tidak nyaman ketika ngobrol atau berinteraksi dengan orang di sekitarmu?
Hati-hati mungkin tanpa disadari, kita berada di lingkungan toxic . Di mana seluruh energi positifmu habis akibat sikap negatif orang-orang di sekitarmu.
Toxic adalah salah satu istilah untuk merujuk kepada perilaku yang kurang baik dan berdampak negatif bagi orang yang lain, baik dari segi fisik ataupun psikologi. Lingkungan yang toxic bisa terjadi di setiap kalangan, mulai dari lingkungan kerja, sekolah, keluarga, lingkungan pertemanan ataupun di media sosial. Biasanya orang-orang toxic ini manipulatif, egois, dan suka meremehkan orang lain, bahkan terkadang sampai menghina orang lain. Bahayanya, tindakan ini menyerap energi-energi positif yang ada.
Tindakan bulliying di sekolah, men- judge siswa, rekan kerja yang saling menjatuhkan, pertemanan yang manipulatif sering kali ditemui dalam lingkungan dunia pendidikan. Apalagi di era digital seperti saat ini, komentar-komentar tidak layak sering menghiasi media sosial dan grup-grup media komunikasi. Sudah banyak kasus bunuh diri karena bullying, putus sekolah, resign kerja, dan gangguan mental karena stres dan depresi menghadapi lingkungan yang begitu _toxic.
Hal yang menjadi penyebab utama kejadian-kejadian tersebut tidak lain adalah kurangnya budaya saling menghargai, tingginya ego, komunikasi dan interaksi yang kurang baik serta budaya gosip yang tak terelakkan di setiap tempat. Akibatnya kita merasa tidak nyaman dan mudah stres. Bukan karena banyaknya pekerjaan atau tugas yang menumpuk, tetapi lingkungan toxic yang membuat kita merasa tidak aman dan nyaman. Membuat diri selalu cemas dan hilang rasa percaya diri.
Lalu, bagaimana kita harusnya menyikapi hal tersebut?
Oprah Winfrey adalah seorang tokoh terkenal asal Amerika Serikat berkata, “Surround yourself with people who lift you higher.” Dekatkan dirimu dengan orang-orang yang membuatmu tumbuh, bukan yang menjatuhkanmu.
Lingkungan yang nyaman adalah impian semua orang, bergaul lah dengan orang yang membuatmu tumbuh dan berkembang. Lingkungan yang sehat dan positif akan membuat senang dan bahagia. Ketika senang maka apapun tugas dan pekerjaan kita akan terasa mudah diselesaikan. Kita akan merasa dihargai, merasa memiliki potensi yang kemudian akan menumbuhkan sikap percaya diri. Sibukkan diri dalam kegiatan-kegiatan yang positif.
Hindari dan kurangi berinteraksi dengan orang yang membuat tidak nyaman, menghasilkan energi negatif, dan manipulatif. Jangan terlibat pada sesuatu yang membuat diri tidak berprogres sehingga hal tersebut akan menguras tenaga dan pikiran. Kita tidak hanya perlu tubuh sehat, tetapi kita juga butuh pikiran yang waras untuk terus maju dan berkembang karena lingkungan yang salah bisa membunuh potensi sebelum sempat bersemi.
Terkadang lingkungan yang toxic membuat kita tidak bisa menjadi diri sendiri. 😥
Hmmm… Semua tempat sedikit banyak ada yang seperti itu, tinggal bagaimana kita menyikapinya