Rahasia di Bawah Telapak Kaki Ibu
3 mins read

Rahasia di Bawah Telapak Kaki Ibu

Oleh: Ust. Syukriyanto, S.Pd.I *

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, “Surga ada di bawah telapak kaki ibu.”
Benarkah surga itu berada di bawah telapak kaki seorang ibu?
Tentunya Sabda Nabi Muhammad SAW tidak mungkin keliru karna dia bergelar “Ash-Shoodiqu Al-Mashduuqu“, yakni pribadi yang sangat terpercaya. Sabda Baginda Nabi sangat sempurna tiada yang mengunggulinya selain al-Qur’an al-Karim.
Pertanyaan yang patut dimunculkan sebenarnya adalah, Ada rahasia apa di telapak kaki?
Dalam kitab klasik kuno hasil karya Sang Yoga dari Tibet pernah mengungkapkan bahwa telapak kaki adalah atmosfer awal pijakan daya energi vital manusia, sedangkan temuan dari berbagai ahli pakar olah cipta rasa menemukan bahwa telapak kaki merupakan sumber awal adanya kesadaran inti hidup. Karenanya, tidak heran kalau telapak kaki ibu disebutkan mengandung energi ataupun esensi dari energi surga yang suci. Ia bisa dihasilkan dengan pengabdian yang tulus dari seorang anak kepada ibunya. Energi inti surga itupun bisa diraih dengan ketundukan dan kepasrahan kepada qudrot ilahi yang maha sempurna.
Kebiasan bentuk tanda bakti anak kepada sosok ibu ditandai dengan pengambilan air berkah bakti dari sentuhan air cinta kasih sebagai bakti suci dari anak yang menampilkan potensi kesholehan sang anak kepada ibunya. Peranan paling dominan terhadap keberhasilan seorang anak dimulai dari perawatan ibu kepada anaknya sejak sang anak masih dalam kandungan. Bahkan, persiapan wadah rohim bagi tanaman anak sholeh berlangsung sejak seorang ibu sebelum menikah.
Ada banyak jalan yang bisa dilakukan untuk keberhasilan dalam mendapatkan sosok anak sholeh dan sholehah. Dalam hal ini seorang ibu harus senantiasa berbenah diri dengan terus menerus bermuhasabah dan bertaqorrub kepada Allah SWT, agar pada waktunya wadah rohim benar-benar dapat melahirkan generasi-generasi Islam yang baik lagi menakjubkan. Keberhasilan seorang ibu dalam merawat serta mendidik putra-putrinya dapat menciptakan tali hikmah sempurna bagi keberlangsungan surga, kebahagiaan yang bernaung di bawah telapak kebaktian dari anak kepada kedua orangtuanya terlebih kepada ibu yang telah melahirkannya.
Anak sholeh dan sholehah adalah warisan paling berharga bagi kehidupan orangtua juga amat menentukan sekaligus pendukung utama bagi keselarasan dan keseimbangan tatanan kemakmuran dan kejayaan suatu bangsa. Keistimewaan anak sholeh dan sholeha yang paling utama ia bisa menjadi penghantar jalan sempurna bagi mahligai surga dari kedua orangtuanya. Oleh karena itu, sungguh penting untuk mengasah dan menggembleng diri dan semangat mendidik anak-anak menjadi sholeh dan sholehah sehingga kelak memiliki senjata perisai keutamaan dan keagungan keluarga terlebih bagi kejayaan islam.
Standar pendidikan yang paling utama agar anak kita menjadi anak sholeh dan sholehah adalah mengikuti ajaran yang diajarkan Luqman Hakim seperti yang tertera dalam al-Qur’an Surah Al-Luqman ayat 13:
وَاِذْ قَالَ لُقْمٰنُ لِابْنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللّٰهِ ۗاِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ

Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, “Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.”
Berkaca dari ayat di atas, pendidikan tauhid adalah pendidikan yang wajib disampaikan ke dalam jiwa setiap anak agar mampu menjalankan fungsinya sebagai hamba Allah sekaligus sebagai anak. Hal itu dimaksudkan agar kelak jiwanya mudah menyerap dan menerima kebenaran agama dengan menjadi anak sholeh dan sholehah yang mushlih (teramat baik) dan memperoleh surga Allah melalui kebaktiannya kepada orangtua terutama Ibu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *