Kasih Sayang Allah kepada Hamba-Nya yang Tidak Pernah Padam
Oleh: Ust. Syukriyanto, S.Pd.I *
Kasih sayang adalah sifat tertinggi dari sifat-sifat terbaik bagi Allah Swt. Sifat kasih sayang Allah ini menghiasi Dzat-Nya yang sempurna. Seandainya sifat Rohman dan Rohim Allah tiada pada-Nya yang agung maka tentu makhluk yang durhaka akan secepat kilat disirnakan olehNya. Jika Dia hanya bersifat al-Qohhar saja, tentu makhluk yang melalaikan kewajiban-kewajiban yang diemban akan musnah karna murkaNya. Orang yang suka berlaku semena mena, menyalahgunakan amanah, sombong, dan merasa paling benar tentu akan dilenyapkan seiring maha kuasaNya. Namun, karna Allah adalah Dzat yang memiliki keagungan yg sempurna maka sifat Rohman Rohim menjadi bagian yang tidak terpisah pada diriNya.
Hal tersebut terasa benar dalam kehidupan yang penulis alami, betapa kasih sayang Allah selalu memayungi di segenap keberadaan penulis. Dari berbagai pengalaman dan serumpun ujian yang menerpa, dikala hati sudah hampir menyerah, Dia hadir dengan esensi kasih sayang-Nya yang menakjubkan. Setiap kali Kehancuran hendak menerkam diri penulis, di masa yang tak berselang lama Dia hadir dengan bangkitnya semangat hidup yang menumbangkan nuansa kehancuran jiwa. Pada waktu kesempitan dan rasa sesak yang hendak mengkerdilkan harapan, Dia hadir dengan caranya yang indah.
Kadang hadirNya tanpa pelajaran kadang pula dengan sebab hamba-hambaNya yang dikendaki. Sungguh benar firman Allah dalam surat al-Insyirah, ayat 5-6, yakni
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا , إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Artinya: “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan” (QS. Al-Insyirah: 5-6).
Refleksi dari dua ayat di atas menjadi sebuah wadah kenyataan sebagai metodelogi kehidupan. Dan darinya dapat diserap beberapa poin penting untuk menjadi bahan pemantapan diri untuk melaksanakan prosesi kehidupan dengan lebih baik.
Adapun poin tersebut yaitu terurai sebagai berikut:
Pertama, sebuah ujian tidak hanya datang satu kali dan untuk itu Allah SWT telah menyiapkan pertolongan dari rahmatNya yang menakjubkan.
Kedua, berbagai ujian pasti terjadi pada hambanya sebagai suatu pendidikan dan pengajaran hidup.
Ketiga, setiap ujian bertujuan agar insan pilihan tak mudah lalai dan agar tak larut dalam kepuasan.
Keempat, ujian datang sebagai peringatan batas kemampuan insan.
Bagi kekasih pilihan apa yang dikatakan uijan sebagai pandangan umum bukanlah sebagai suntikan yang mematikan, tetapi berlaku sebagai pengokoh tali kebersamaan antara hamba dengan Tuhannya. Bahkan dari kuatnya interaksi cinta kasih ini tiada lagi mengenal kata ujian karna apapun yang terjadi tidak dapat mencederai ketulusan dalam kasih sayang yang abadi. Sehebat apapun terpaan kehidupan, selalu beriring kasih sayang yang senantiasa menyempurnakan tatanan hidup yang utama maka segala kejadian, semuanya menjadi indah karna Rahmatullah selalu membaur dan menyegarkan pori-pori kehidupan. Semoga kita senantiasa mampu menjadi pribadi yang lebih baik. Aamiin Ya Robbal ‘Alamiin
*) Penulia merupakan guru aktif di lembaga MI Miftahul Ulum Bengkak dan beliau juga pengajar pada Madin Miftahul Ulum