Wasilah, Hal Penting dalam Mendekatkan Diri Kepada Allah
3 mins read

Wasilah, Hal Penting dalam Mendekatkan Diri Kepada Allah

15

Oleh: Ika Nurjannah, S.Pd.

Sangat penting mengambil wasilah atau perantara. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-Maidah ayat 35:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَابْتَغُوْٓا اِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ وَجَاهِدُوْا فِيْ سَبِيْلِهٖ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya, agar kamu beruntung.” (QS. Al-Maidah [5]: 35).

Kita wajib mencari wasilah atau perantara atau cantolan untuk doa-doa kita agar bersambung kepada Allah. Sama seperti yang kita lakukan setiap malam Jum’at legi yang membaca manaqib Syekh Abdul Qadir Al-Jalani. Berharap doa-doa dan hajat kita sampai kepada Allah dan berharap dengan wasilah ini doa-doa kita ini menjadi istijabah dan qobul hajah.

Salah satu wasilah yang rutin dilaksanakan Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bengkak Wongsorejo Banyuwangi ialah Manaqib Syekh Abdul Qodir Al-Jailani. Manaqib ini rutin digelar setiap malam Jum’at legi di Masjid Nurul Ulum Bengkak.

Kewalian Syekh Abdul Qadir Al-Jalani ini tidak diragukan, bahkan beliau adalah Sulthonil Aulia atau Wali Kutub atau ketuanya para wali. Syekh Abdul Qadir Al-Jailani barokah dan karomahnya sudah masyhur yang termaktub dalam kitab kecil tentang Manaqib yang kita baca ini.

Karomah dari Syekh Abdul Qadir Al-Jalani diantaranya seperti yang disebutkan dari sumber lain, yakni Kitab Nuzhatul Majelis. Karomah ini tentang beliau yang suatu saat beliau ini didatangi tamu seorang wanita yang meminta solusi atas masalahnya. Wanita tersebut ternyata bercerita tantang suaminya yang menikah lagi. Wanita tersebut berkata, “Wahai Syekh Abdul Qadir Al-Jalani, bagi saya ini masalah yang besar. Suami saya menikah lagi dengan wanita lain dan lebih mencintainya. Padahal saya merasa saya sempurna, paling cantik, kembang desa, bahkan bisa dibilang sempurna. Kenapa Syekh?.”

Setelah mendengar curhatan wanita tersebut, Syekh Abdul Qadir Al-Jalani pingsan. Ketika beliau sadar, santri beliau bertanya kenapa beliau pingsan. Beliau menjawab, “Saya ini kaget atas curhatan orang tadi yang mengatakan dia diduakan padahal dia paling cantik, kembang desa, dan sempurna. Seketika itu saya ingat Allah Swt. Kalau wanita tadi cemburu dan sakit hati atas perlakuan suaminya yang menduakannya. Lalu, bagaimana dengan Allah yang Maha Sempurna sedang kita suka bahkan senang menduakan Allah Swt.” Di sinilah letak karomah Syekh Abdul Qadir Al-Jalani terbukti bahwa beliau memiliki kedalaman spritual dan saking takutnya beliau kepada Allah SWT, beliau sampai pingsan.

Oleh karena itu, baiknya kita mengikuti Syekh Abdul Qadir Al-Jalani, marilah kita mencari ridho Allah dengan memprioritaskan Allah, kita jadikan Allah satu-satunya tujuan dalam hidup. Mudah-mudahan kita semua mendapat Maunah dan Taufiq-Nya. Amiin Ya Robbal ‘Alamiin.

Demikian tausiyah Abuya KH. Moh. Hayatul Ikhsan, M.Pd, Pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bengkak Wongsorejo Banyuwangi pada acara Manaqib Syekh Abdul Qodir Al-Jailani (Manaqib Jum’at legi) tanggal 31 Oktober 2025.

2 thoughts on “Wasilah, Hal Penting dalam Mendekatkan Diri Kepada Allah

  1. Masya allah, tanpa disadari, kita sering bahkan membuat allah cemburu dengan hal-hal yang bersifat duniawi. Semoga kita lebih peka dengan apa-apa yang allah cemburui

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *