Ternyata, Inilah Cara Menumbuhkan Sifat Tunduk dan Penghambaan Kita Kepada Allah
1 min read

Ternyata, Inilah Cara Menumbuhkan Sifat Tunduk dan Penghambaan Kita Kepada Allah

13

Penulis: Ika Nurjannah, S.Pd.I

Salah satu kunci untuk mengimani, meyakini, dan memahami sifat-sifat Allah yang terkumpul dalam Aqoid 50 ialah kalimat لَيْسَ كَمِثْلِهِۦ شَىْءٌ. Artinya, Allah itu tidak bisa diserupakan dengan apapun. Allah tidak bisa disamakan dengan apapun selain Allah.

Maha melihatnya Allah tidak sama dengan melihatnya mahluk yang menggunakan perantara mata. Selain itu, Allah tidak butuh dengan waktu dan tempat karena Allah lah yang menciptakan waktu dan tempat yang ada di dunia. Semua ini dibuktikan dengan banyaknya dalil dalam Al-Qur’an, salah satunya dalil yang terdapat dalam surah As-Syura ayat 11:
لَيْسَ كَمِثْلِهِۦ شَىْءٌ ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ 
Artinya: “Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia (Allah), dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

Jadi, jangan pernah sekali-kali kita menyamakan diri kita dengan Allah yang Maha segalanya. Oleh sebab itu, perlu meyakini bahwa Allah tidak sama dengan mahluk. Semua itu bertujuan untuk menumbuhkan rasa tunduk kita atas Allah yang Maha tidak terbatas dan memupuk hati kita agar selalu menghambakan diri kepada Allah.

Selain dari pada itu, keyakinan tersebut akan memberikan ketenangan dalam diri kita. Kita akan selalu menjadikan Allah tempat bergantung dan tempat aman. Sebab, Allah tidak sama dengan yang lain maka tidak perlu hawatir akan apa yang akan terjadi terhadap diri kita. Istilah anak sekarang, jadikan Allah satu-satunya “dekengan” karena kita tidak akan pernah kecewa.

Demikian sebagian dawuh KH Moh. Hayatul Ikhsan, M.Pd.I, Pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bengkak Wongsorejo Banyuwangi. Hal tersebut disampaikan Abuya Hayat pada Majelis Ta’lim dan Solawat Dzikir Jama’i malam ini, Ahad (13/07/2025).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *