Rumah adalah sekolah pertama, sekolah adalah rumah kedua
Penulis: Ning Evi Ghozaly
Pernah nggak ngadepi kejadian begini. Ketika ada yang mengganjal tentang kebijakan sekolah atau tentang perkembangan anak, orang tua tidak tahu ke mana menyampaikannya.
Nah sementara pihak sekolah merasa semua baik-baik saja. Yakin sudah menjalankan kewajiban seharusnya.
Atau sebaliknya. Anak dianggap bermasalah di sekolah, tapi penjelasannya tidak sampai pada orang tua murid.
Jadi TN ya. Tidak nyambung. Dampaknya? Macem-macem.
::
Begini. Anak kita tuh seperti hidup di dua alam. Menghabiskan waktu yang hampir seimbang saat di rumah dan sekolah.
Maka nilai kebaikan di rumah, harus berlanjut di sekolah. Kalau tidak, anak kebingungan karena pola asuh dan aturan yang berbeda. Anak juga tidak merasa aman dan nyaman karena guru dan orang tua nggak kompak.
Komunikasi menjadi tidak lancar. Sangat mungkin akan terjadi konflik. Lalu siapa yang dirugikan?
Tentu, anak kita.
::
Maka, kerja sama yang baik antara sekolah dan orang tua ini sifatnya wajib jib. Tujuannya?
Ya agar terjadi hubungan baik nggih. Tumbuh kombinasi potensi. Ini dapat menyelaraskan pola didik guru dan orang tua, kan?
Kerja sama ini juga bermanfaat untuk deteksi dini. Menemukan dan mengatasi masalah anak secara cepat. Memaksimalkan bakat minat anak di dalam dan luar sekolah.
Menjadi lantaran terciptanya lingkungan yang aman dan ekosistem belajar yang bebas dari perundungan. Meski tentu, tidak ada wilayah yang steril dari bullying, tapi dengan pendampingan terus menerus insya Allah bisa diantisipasi.
::
Program apa yang bisa diupayakan?
1. Kelas Inspirasi: Orang tua menjadi guru tamu membagikan ilmu dan pengalaman tentang profesi/keahlian. Dikenal dengan program parent teaching. Bisa diadakan menjelang hari guru ya.
2. Paguyuban Kelas. Istilahnya bisa Komite Kelas, Majlis orang tua. Parents association. Ini komunitas orang tua untuk mendukung kegiatan belajar.
3. Hari Keluarga: Acara seni atau olahraga bersama di sekolah.
4. Seminar Parenting: Sekolah memfasilitasi ilmu pengasuhan bagi orang tua. Seperti hari ini, Sabtu 11 Juli 2026 di salah satu sekolah kita.
::
Yang tidak kalah penting, sekolah dan orang tua harus:
Saling percaya: hindari langsung menyalahkan salah satu pihak jika ada masalah ya.
Saling menghargai: hormati batasan peran guru di sekolah dan orang tua di rumah.
Saling terbuka: jujur mengenai kondisi anak demi kebaikan bersama.
Jangan lupa, saling mendoakan yaaa. Agar ihtiar dunia akhirat seimbang. Kolaborasi keren, sinergi hebat, harapan bersama tercapai. Biaunillah.
::
“Hubungan harmonis antara sekolah dan orang tua adalah jembatan emas yang memayungi tumbuh kembang anak, tempat cinta di rumah dan ilmu di sekolah menyatu demi menuntun bintang kecil menuju masa depan gemilang.”
Karena, rumah adalah sekolah pertama dan sekolah adalah rumah kedua.