Orasi Jalanan
Oleh: Yoga alif andriyawan *)
Kami berdiri di atas aspal yang retak,
dengan dada penuh amarah yang sah,
suara kami bukan bisikan angin,
tapi palu yang mengetuk negeri.
Bendera merah putih tidak sekadar kain,
ia berkibar bersama keringat dan darah,
bukan untuk hiasan podium pejabat,
tapi tanda bahwa rakyat masih hidup!
Lihatlah, langit berasap,
bukan karena perang, tetapi karena perlawanan yang dipadamkan air mata.
Namun, siapa bisa memadamkan bara keyakinan?
Kami bukan musuh negeri,
kami anak yang kecewa,
yang janji-janji manis hanya jadi abu,
sementara perut-perut lapar bernyanyi tanpa nada
Dengar!
Langkah kami adalah dentuman genderang,
teriakan kami adalah kitab kebenaran,
dan kalau harus jatuh di jalanan, berarti tumbuhnya harapan.
Kami santri, yang tak akan lagi diam,
selama keadilan dipasung,
dan kebenaran ditutup dengan tameng besi.
*) Penulis adalah Alumni YPP. Miftahul Ulum Bengkak Wongsorejo Banyuwangi asal Bengkak. Saat ini dia tercatat sebagai Mahasiswa Politeknik Banyuwangi.