Features

Sempat Mati Suri, Asrama Bahasa Hadir Kembali

0

Penulis: Putri Nura Wati, S.Pd*)

Pendidikan pesantren terkenal dengan pendidikan agama secara tradisional. Namun saat ini pesantren dituntut untuk mampu membekali santri dengan berbagai skill yang dapat diandalkan untuk menghadapi tantangan di zaman modern ini. Tidak heran banyak pesantren maju yang mengkolaborasikan antara ilmu-ilmu agama dengan ilmu-ilmu umum secara seimbang. Salah satu karakteristik modernisasi pendidikan pesantren adalah pengembangan bahasa asing yakni Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.

Sejak lima tahun terakhir Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum (YPP MU) Bengkak Wongsorejo Banyuwangi telah memiliki kamar khusus bahasa yang didirikan pada tahun 2015 silam. Kamar tersebut lebih dikenal dengan sebutan Asbas (Asrama Bahasa). Asrama bahasa sendiri diperuntukkan untuk santri-santri yang memiliki bakat atau kemauan untuk dapat mengusai bahasa asing. Dua bahasa asing yang menjadi fokus pembelajaran adalah Bahasa Inggris dan Bahasa Arab.

Meskipun sempat mati suri, Asbas kini kembali disemarakkan dengan beberapa program baru untuk menumbuhkan kembali semangat santri dalam menguasai bahasa asing. Hal ini tidak terlepas dari ide dan gagasan baru yang diberikan oleh Ning Evi Ghozaly selaku konsultan pendidikan YPP MU.

Program kebahasaan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan santri dalam mengusai bahasa asing serta meningkatkan kualitas santri dalam bidang kebahasaan. Inovasi-inovasi baru tersebut disambut baik oleh majelis keluarga pengasuh dan para Pengurus Asrama Putri Miftahul Ulum. “Sebagai pelajar kebutuhan akan skill dasar bahasa asing sangatlah mendesak. Program ini tentu sangat membantu para santri dalam proses belajarnya serta mampu meningkatkan semangat santri untuk terus berlatih mengembangkan kemampuan dalam berbahasa asing. Hal ini akan sangat dibutuhkan ketika mereka keluar dari pesantren,” ungkap Ustd. Nur Hidayati, S.Pd selaku ketua Asrama Putri Miftahul Ulum.

Terdapat tiga program baru yang akan dilaksanakan di asrama putri, yakni language zone, language day, dan vocabulary building. Program pertama yang dilaksanakan adalah vocabulary building dengan metode penempelan kosakata di setiap sudut pesantren. Melalui pengawasan dan pendampingan dari ketua kamar para santri harus menempelkan kosa kata bahasa asing di semua barang yang mereka miliki, baik barang milik pribadi ataupun umum. Hal ini bertujuan agar para santri dapat mengetahui dan mengingat secara langsung kosa kata atau mufradat bahasa asing yang akan mereka gunakan dalam percakapan sehari-hari.

Semoga dengan kerja sama semua pihak yang solid program bahasa ini bisa sukses dan akan menjadikan YPP MU lebih maju sehingga bisa mencetak generasi muslim yang berkualitas selaras dengan visi misi pesantren. Islami, berilmu, beramal, berakhlak.

*) Penulis adalah alumni YPP MU 2015 dan fresh graduate Tadris Bahasa Inggris di IAIN Jember yang sekarang sedang aktif sebagai coach bahasa asing di Asrama Putri Miftahul Ulum Bengkak.

Simulasi Ujian MAMU Ditemani Kepala Kemenag

Previous article

Study tour, RAJA melancong ke Pusat Penelitian Kopi dan Kakao

Next article

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Features