Terapkan Kurikulum Berbasis Cinta, MA MU Ajak Siswa Eksplorasi Organ Manusia di Museum Tubuh
2 mins read

Terapkan Kurikulum Berbasis Cinta, MA MU Ajak Siswa Eksplorasi Organ Manusia di Museum Tubuh

Penulis: Nur Aisah, S. Si

BATU, Miful NEWS– Tepat pada hari Sabtu, (24/01/2026) Madrasah Aliyah Miftahul Ulum (MAMU) sukses menyelenggarakan kegiatan field trip edukatif ke Museum Tubuh (The Bagong Adventure) dan Jatim Park 1, Kota Batu. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini merupakan implementasi dari Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang mengedepankan pembelajaran inovatif, kreatif, dan menyenangkan di luar kelas.

Rombongan yang terdiri dari 45 siswa dan 15 guru pendamping ini mengawali rangkaian kegiatan dengan ziarah religi pada hari pertama, sebelum melanjutkan agenda utama observasi anatomi tubuh pada hari kedua. 

Fokus utama field trip tahun ini adalah mata pelajaran Biologi dengan tema “Pengenalan Organ Tubuh Manusia”. Di Museum Tubuh terbesar di Jawa Timur ini, para siswa mengeksplorasi 19 zona organ secara berurutan. Kemudian pembelajaran dimulai dari zona mulut, di mana pemandu menjelaskan detail struktur gigi hingga fungsi uvula. Di zona telinga, siswa mendapatkan edukasi penting mengenai kesehatan pendengaran, termasuk peringatan untuk menghindari suara terlalu keras yang dapat merusak gendang telinga.

Interaksi menarik terjadi di zona otak. Siswa melakukan simulasi bagaimana otak memerintah anggota gerak tubuh. Pemandu materi juga menekankan pentingnya pola hidup sehat untuk menjaga kecerdasan (IQ). “IQ yang bagus dipengaruhi oleh kebiasaan baik, seperti rajin membaca, konsumsi makanan sehat, dan membatasi durasi menonton video pendek di ponsel,” ujar pemandu menanggapi pertanyaan salah satu guru.

Siswa juga mempelajari mekanisme pembentukan urine di zona ginjal, kesehatan paru-paru bagi perokok, hingga penanganan luka di zona kulit melalui praktik langsung (roleplay) sebagai dokter dan pasien. Perjalanan edukasi ditutup dengan menyaksikan video 3D mengenai proses fertilisasi manusia. Dalam edukasi ini, tak hanya siswa yang berkesempatan menimba ilmu. Akan tetapi, para guru juga mendapatkan kesempatan khusus mengunjungi zona Cadaver untuk melihat mayat yang diawetkan dengan teknik plastinasi untuk kepentingan medis.

Setelah puas menimba ilmu, seluruh peserta menikmati waktu relaksasi dengan menjajal berbagai wahana di Jatim Park 1. “Tahun ini lokasinya sangat luar biasa, lebih mewah dan memberikan pengalaman yang sangat berkesan bagi kami semua,” ungkap salah satu guru pendamping.

Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman mendalam bagi siswa melalui pengalaman langsung (experiential learning) dan menjadi motivasi untuk peningkatan kualitas belajar di masa depan. (Miful/NA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *