Tingkatkan Mutu Pendidikan, MA Miftahul Ulum Bengkak Gelar Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)
Penulis : Rina Mariyana, M.Pd
Bengkak, MIFUL News – Salah satu komitmen Madrasah Aliyah Miftahul Ulum (MA MU) Bengkak Wongsorejo Banyuwangi ialah meningkatkan mutu pendidikan yang berkualitas. Untuk itu, kemarin MA MU mengadakan pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada Selasa, 19 Agustus 2025. Bertempat di Lab. Komputer MA Miftahul Ulum, pelatihan ini diadakan sebagai langkah nyata dan kepedulian para pendidik untuk terus mengupdate serta mengembangkan ilmu pengetahuan.
“Kurikulum berbasis cinta adalah kurikulum terbaru yang secara resmi diluncurkan pada tanggal 24 Juli 2025 oleh Menteri Agama Republik Indonesia. KBC adalah sebuah pendekatan pendidikan yang menekankan kasih sayang dalam proses pembelajaran, ” beber Ust. H. Thohari, S.Pd.I selaku Kepala Madrasah saat ditanya tentang KBC.
Dalam pelatihan KBC ini dihadiri oleh semua guru MA Miftahul Ulum Bengkak dan MA Darul Huda Alasbuluh. Pelatihan kali ini turut mengundang H. Askhab, S.Ag, M.Pd.I sebagai Pengawas Madrasah. Beliau sekaligus sebagai nara sumber dalam pelatihan ini.
H. Askhab menjelaskan panjang lebar mengenai Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Beliau juga mengupas tuntas beberapa poin penting tentang KBC hingga bagaimana cara pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dalam kurikulum ini.
“Upgrade seperti ini perlu dilakukan agar para pendidik menyatukan langkah, menyamakan visi, dan mengikuti perkembangan untuk pendidikan lebih baik, ” ungkap beliau dalam penjelasannya.
Semua guru mendapat ilmu dan pengetahuan baru tentang kurikulum ini, terutama Wakil kepala Bidang Kurikulum. Ust. Moh. Nur, S.Pd.I menegaskan bahwa ternyata kurikulum ini adalah penyempurna.
“Kurikulum ini bukanlah kurikulum baru. Akan tetapi, kurikulum Berbasis Cinta ini adalah penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya,” ujar Ust. Nur selepas pelatihan.
Dalam kesempatan ini, H. Askhab juga mengapresiasi kekompakan guru dalam menghadiri pelatihan.
“Saya bahagia melihat kekompakan seluruh guru menghadiri pelatihan ini, itu artinya guru mau berkembang dan menjadikan lembaganya lebih baik, ” ungkapnya senang.
Hal ini juga juga mendapat apresiasi dari Kepala MA Miftahul Ulum Bengkak. Bapak H. Thohari mengatakan, “Alhamdulillah, para guru sangat kompak datang dalam pelatihan ini, tidak ada yang izin. Terima kasih karena sudah menyempatkan hadir dalam pelatihan ini.” (Miful/RM)