WYDII’S 2025 TOT on Youth Leadership: Santri Miftahul Ulum Wakili Kegiatan Kemanusiaan
3 mins read

WYDII’S 2025 TOT on Youth Leadership: Santri Miftahul Ulum Wakili Kegiatan Kemanusiaan

12

Penulis: Usth. Siti Nur Annisa, S.Pd.

Surabaya, MIFUL News – Beberapa santri dari Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum (YPP MU) Bengkak Wongsorejo, Banyuwangi, turut ambil bagian dalam kegiatan “WYDII’S 2025 TOT on Youth Leadership” yang berlangsung dari Jumat, 27 Juni hingga Minggu, 29 Juni 2025.

Tepat pukul 08.00 WIB, rangkaian kegiatan yang berlangsung di Hotel Ibis Surabaya City Center resmi dimulai. Hari pertama pelatihan diawali dengan sesi perkenalan, ice breaking, serta penyampaian tujuan dan motivasi para peserta. Salah satu santri perwakilan dari YPP Miftahul Ulum Bengkak turut menyampaikan harapannya dengan mengikuti kegiatan ini, yakni untuk memperluas ilmu, jaringan pertemanan, serta pengalaman. Ia juga menegaskan pentingnya menyalurkan ilmu dan pengalaman tersebut ke pesantren tercinta, Miftahul Ulum. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber pertama, Bapak Harli Muin, seorang advokat dari Sumatera Tengah, yang didampingi oleh Bapak Mimin Dwi Hartono dari Komnas HAM.

Sebanyak 35 peserta turut ambil bagian dalam kegiatan ini, terdiri dari perwakilan santri YPP Miftahul Ulum Bengkak Wongsorejo Banyuwangi, Universitas Negeri Airlangga Surabaya, Universitas Islam Jember, UIN Syeikh Wasil Kediri, Lembaga Gayatri (LGBT), Women Crisis Center (WCC) Jombang, Komunitas Kajian Gender Malang (KOJIGEMA), serta peserta umum.

Direktur WYDII’S, Prof. Siti Nur Jannah, menyampaikan harapannya agar melalui kegiatan ini para peserta dapat memiliki kesadaran yang lebih tinggi terhadap isu-isu penting seperti politik, HAM, dan kesetaraan gender. Ia juga berharap kegiatan ini menjadi wadah yang memperluas jaringan dan memperkaya pengalaman para peserta.

Pada hari pertama pelatihan, peserta menerima materi bertajuk “Interseksionalitas dan Inklusivitas Kampanye HAM”. Dalam sesi ini, narasumber Bapak Harli Muin menekankan pentingnya peran pemuda sebagai agen perubahan, karena dinilai memiliki potensi, semangat, dan sudut pandang yang mampu mendorong kemajuan serta inovasi publik. Selain itu, Bapak Mimin Dwi Hartono turut memberikan paparan singkat mengenai advokasi. Kegiatan hari itu ditutup dengan sesi brainstorming terkait rencana kunjungan observasi ke Perkampungan Makam Rangkah, Surabaya.

Selanjutnya, pada pukul 14.00 WIB, para peserta yang telah dibagi ke dalam beberapa kelompok terjun langsung ke Perkampungan Makam Rangkah dan kawasan Kota Tua Surabaya. Kegiatan observasi ini bertujuan menggali informasi kondisi lapangan melalui serangkaian pertanyaan yang telah disiapkan oleh panitia untuk diajukan kepada warga setempat. Temuan dari observasi ini dijadwalkan akan dipresentasikan pada hari kedua pelatihan.

Lokasi observasi berikutnya adalah kawasan Kota Tua Surabaya, di mana para peserta mendapatkan penjelasan mengenai bangunan-bangunan bersejarah yang ada di sana. Usai kegiatan observasi, peserta diberi waktu untuk istirahat, salat, dan makan (ishoma) pada pukul 19.30 hingga 21.20 WIB. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan diskusi bertema “Strategi Kampanye HAM dan Pemerintahan yang Bersih serta Transparan”, menghadirkan dua narasumber, yakni Bapak Jairi Irawan (anggota DPRD Jatim, Komisi E) dan Bapak Mimin Dwi Hartono dari Komnas HAM. Kegiatan hari itu ditutup dengan sesi foto bersama. (Miful/SNA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *