Haul Ke-17 Kiai Djazari: Mengenang Warisan Keteladanan Sang Murobbi
Penulis: Ust. Rudi Hartono, M.Pd
Bengkak, Miful News– Maqbarah KH. Ach. Djazari Marzuqi kembali menjadi pusat refleksi spiritual dan penghormatan dalam rangka Haul Abina Murobbi Ruhina KH. Ach. Djazari Marzuqi yang ke-17. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 04 Rabiuts Tsani 1447 H bertepatan dengan 26 September 2025 M, dimulai tepat pukul 07.00 WIB.
Acara berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan, dihadiri oleh Majelis Keluarga Pondok Pesantren Miftahul Ulum, pengurus yayasan, tenaga pendidik, santri, alumni, serta para simpatisan. Kehadiran mereka menjadi bukti cinta dan penghormatan terhadap sosok KH. Ach. Djazari Marzuqi yang telah mewariskan nilai-nilai luhur dalam dunia pendidikan dan dakwah.
Dalam sambutannya, Abuya KH. Moh. Hayatul Ikhsan, M.Pd selaku pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum dan putra dari almarhum KH. Ach. Djazari Marzuqi menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya haul ini. Beliau menekankan pentingnya menjaga warisan spiritual dan pendidikan yang telah ditanamkan oleh KH. Ach. Djazari Marzuqi.”
Tujuh belas tahun yang lalu beliau meninggalkan kita secara jasad, tetapi tidak secara ruhani. Ketika kita banyak masalah (guru, santri, alumni) itu bukan karena beliau KH. Ach. Djazari tidak perhatian kepada kita. Akan tetapi, dikarenakan kita tidak mau mendekat dan tidak ingat dengan beliau,” ungkap Abuya Hayat.
“Semoga kita semua dapat menjaga, merawat, dan mengembangkan Miftahul Ulum ke ranah yang lebih baik,” pungkas beliau.Salah satu momen yang paling menyentuh dalam acara ini adalah penyampaian manaqib oleh Ust. Tolak Ali, guru senior yang dikenal berhubungan dekat dengan almarhum. Dalam manaqibnya, beliau mengangkat beberapa sifat utama KH. Ach. Djazari Marzuqi yang patut diteladani oleh seluruh guru dan santri Pondok Pesantren Miftahul Ulum.
“Kiai Djazari merupakan sosok yang istiqomah dalam menjalankan amanah. Beliau adalah simbol kesabaran dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan dan perjuangan. Kiai Djazari juga selalu ikhlas dalam berkhidmat tanpa pamrih. Ia dermawan dalam membantu sesama tanpa melihat latar belakang,” kenang Ust. Tolak.
“Kiai Djazari pernah mengungkapkan cita-citanya untuk membentuk wadah silaturahmi alumni serta memisahkan proses pembelajaran antara santri putra dan putri. Alhamdulillah, hari ini semua harapan tersebut telah terwujud. Semoga kita senantiasa mendapatkan limpahan keberkahan dari beliau,” pungkasnya.(Miful/RHr)