Akar itu Miftahul Ulum
Oleh: Rudi Hartono, M.Pd.
Akar adalah organ yang berperan sangat penting dalam menopang dan menahan berdirinya tumbuhan. Sebagaiman akar pohon yang menjadi sumber kehidupan dan penopang kokoh, pondok pesantren Miftahul Ulum adalah akar bagi setiap santri atau siswa yang pernah menapaki langkah di sana. Di tempat inilah awal mula kehidupan mereka dimulai, tempat di mana mereka mengawali belajar ilmu, membangun karakter diri, dan bersosialisasi dengan sesama.
Miftahul Ulum tak hanya sekadar bangunan, tapi ladang subur tempat menanam benih untuk dituai di masa depan. Melalui ilmu dan pengalaman yang didapatkan, para santri melukis impian dan harapan yang akan mereka wujudkan di dunia yang akan jalani selanjutnya. Ikatan kuat sebagai alumni menjadi jembatan yang menghubungkan mereka (para alumni) dengan akar (pondok pesantren), yang selalu memberikan motivasi, kekuatan, dan penunjuk arah yang sesuai dengan keinginan para masyayikh.
Sayangnya, di tengah kemajuan zaman dan berbagai hal baru, tak sedikit alumni yang mulai kehilangan rasa cinta, rasa memiliki, dan perhatian kepada Miftahul Ulum. Mereka sibuk dengan dunia dan hal baru yang mereka jalani saat ini, sehingga lupa bahwa Miftahul Ulum adalah akar sekaligus rumah batin mereka.

Seorang santri yang dulu dikenal aktif dan bangga akan Miftahul Ulum. Seiring waktu, setelah menjadi alumni mereka jarang kembali, jarang berkomunikasi, atau bahkan tidak berkontribusi untuk almamaternya. Meski di mulutnya selalu mengaku cinta, tetapi sikapnya menyiratkan hal sebaliknya.
Ini adalah panggilan bagi kita semua, terutama para alumni, untuk kembali mengingat dan menjaga akar itu. Jangan biarkan kesibukan dan dunia baru memisahkan kita dari pondok yang telah membentuk kita. Mari kita bangkit dan aktif kembali dalam pelukan Miftahul Ulum, berkontribusi, dan menguatkan tali persaudaraan yang telah lama terjalin.
Almarhum KH. Ach. Djazari Marzuqi dengan penuh kasih dan hikmah telah menitipkan panggilan cinta kepada para santri yang kini berstatus alumni. Secara tidak langsung, Kiai Djazari mengundang kita semua untuk hadir dalam Haul Majemuk dan Reuni Alumni 2025 sebagai bentuk cinta dan penghormatan kepada pondok dan kepada beliau sendiri. Hadir di acara haul bukan hanya tentang mengenang, tapi juga memenuhi panggilan almarhum untuk mempererat ukhuwah dan memperkuat ikatan dengan almamater. Masihkah kita mau membuat beliau tersenyum? Atau malah membuat beliau bersedih? Jawabannya ada pada diri kita masing-masing.
Miftahul Ulum selalu membuka pintunya untuk kita para alumni, tempat di mana akar kita bersatu, belajar tumbuh, dan memberikan kekuatan hingga saat ini. Ayo, hadir kembali, bergabung dalam kegiatan, dan jadilah bagian dari keluarga besar yang terus bersinergi maju bersama dan tentunya membuat Kiai Djazari bangga kepada kita.