Driver Ojol Tewas di Demo Jakarta, Andai Rasulullah SAW Masih Ada
3 mins read

Driver Ojol Tewas di Demo Jakarta, Andai Rasulullah SAW Masih Ada

28

Oleh: Nur Hidayati, M.Pd*)

Satu pengemudi ojek online meregang nyawa, satu lainnya sedang berjuang tak berdaya, sedangkan di sisi lain beberapa aparat terluka. Demo kali ini tidak hanya menggegerkan masyarakat Indonesia, berita tersebut bahkan disiarkan oleh media asing sana. Peristiwa yang luar biasa, hebohnya, kekacauannya, dan yang pasti sedihnya.

Demonstrasi sebagai wujud penyampaian aspirasi masyarakat bukanlah hal yang salah. Hanya saja, kekacauan dalam prosesnya yang seringkali justru menghadirkan permasalahan baru teramat disayangkan.

Seandainya Rasulullah saw. masih ada bersama kita …

Pada zaman khalifah Utsman bin ‘Affan sudah pernah terjadi kericuhan yang disebabkan oleh kaum pemberontak. Pasalnya, umat muslim yang sudah dipecah belah oleh Yahudi jauh hari sebelumnya mulai menuntut sang khalifah untuk lengser dari jabatannya. Mereka mengepung kediaman Sayyidina Utsman dan mengancam akan membunuh jika beliau tidak mau menyerah.

Para sahabat siap siaga untuk membela dan melindungi Amirul Mukminin. Beberapa diantaranya menawarkan untuk membasmi para pemberontak. Akan tetapi, Sayyidina Utsman tidak memperbolehkan mereka menggunakan kekerasan. Dengan tenang beliau membiarkan para pemberontak mengepung kediaman hingga 40 hari lamanya.

Hingga suatu hari, sang Khalifah membuka sedikit pintu rumahnya sehingga ada celah posisinya dapat dilihat dengan jelas oleh para pemberontak. Saat itu pun, mereka melancarkan aksinya. Sayyidina Utsman bin ‘Affan pun syahid dalam keadaan duduk membaca mushaf Alqur’an.

Pilihan Sayyidina Utsman untuk mempertahankan posisinya sebagai khalifah dengan bertaruh nyawa sama sekali bukan dikarenakan keserakahan. Namun, ternyata jauh sebelum peristiwa itu datang, Rasulullah saw. sudah pernah mengabarkan bahwa akan datang sebuah fitnah yang menimpa sahabat sekaligus menantunya itu. Rasulullah saw. berkata agar ia tetap berada pada posisinya dan bersabar.

Itulah alasan kenapa Sayyidina Utsman tidak mau menjadi orang pertama yang menumpahkan darah sesama umat muslim dengan menghabisi para pemberontak. Beliau tetap berpegang teguh pada wasiat Rasulullah saw. untuk senantiasa bersabar.

Seandainya Rasulullah masih ada …

Beliau adalah sosok penuh demokrasi sesungguhnya. Sebagai teladan, beliau tidak pernah membeda-bedakan antargolongan, tidak ada satu pun kabilah yang kebal hukuman. Semua diperlakukan sama, diapresiasi jika melakukan kebaikan dan dihukum apabila melanggar. Dalam hal kemanusiaan, empati dan kasih sayangnya sungguh mengagumkan.

Hal tersebut mari tetap kita lestarikan. Ayo bangun empati mulai dari diri sendiri dan generasi berikutnya. Siapa pun, tolong jangan mudah terprovokasi mengakibatkan perpecahan tidak terelakkan.

Kepergian saudara Affan Kurniawan mari jadikan renungan untuk bermuhasabah bersama lalu kembali saling menguatkan untuk kebaikan di masa mendatang.

Sekadar kata “maaf” tanpa konsekuensi pertanggungjawaban yang jelas tentu tidak berarti apa-apa justru makin menyulut emosi massa. Memang benar adanya, apapun yang hendak dilakukan tidak akan pernah membawa dia yang telah berpulang kembali hidup. Itu hal yang mustahil. Akan tetapi, setidaknya wujud nyata berupa tindakan yang mencerminkan penyesalan dari pihak aparat kepolisian akan menjadi sedikit pengobat hati atas kekecewaan yang dirasakan oleh keluarga khususnya.

Semua kecewa, semua marah terhadap kelalaian aparat yang mengakibatkan nyawa warga terkorbankan. Namun demikian, cara pengungkapan kekecewaan tersebut jangan sampai menyebabkan kericuhan berikutnya dan berikutnya. Bukankah beberapa orang aparat juga menderita demi melaksanakan tugas untuk menjaga keamanan.

Sebagai generasi pesantren yang paham betul bagaimana menjaga keutuhan NKRI sesuai ajaran aqidah, mari kita mulai dari diri sendiri secara cerdas menentukan langkah. Sekali lagi, demonstrasi dengan niatan baik untuk menyampaikan aspirasi tidak pernah salah. Ayo perbaiki prosesnya bersama-sama!

3 thoughts on “Driver Ojol Tewas di Demo Jakarta, Andai Rasulullah SAW Masih Ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *