Berita

HAUL MAJEMUK YPPMU 2023, KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy Bacakan Biografi KH. Ach. Djazari Marzuqi

1

Penulis: Moh. Kholil

Alasbuluh, MIFUL News – Sabtu, 2 Desember 2023, Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum (YPP MU) sukses menggelar kagiatan rutin tahunan, yakni Haul Majemuk Masyayikh YPP MU yang ke-15. Pada pagelaran kali ini, selain pengajiaan umum acara dibungkus dengan solawatan karena bersamaan dengan Milad Majelis Sholawat Dzikir Jama’i Miftahul Ulum (DJ MU) yang ke-5.

Istimewanya, acara haul kali ini dihadiri langsung oleh KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy (Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo) dan Ibu Ipuk Festiandani Azwar Anas (Bupati Banyuwangi). Turut hadir juga Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Wongsorejo (MWC NU), para alumni YPP MU dan PPSS Sukorejo, para guru, wali santri, dan simpatisan YPP MU.

Acara yang dipandu oleh Ust Abdul Wafi berlangsung sangat meriah. Tepat pukul 18.00 WIB ia membuka jalannya acara yang bertempat di Miftahul Ulum 5, Desa Alasbuluh Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi. Tempat ini direncanakan untuk pembangunan Pondok Pesantren Darussalam Al-Haromain, yaitu lembaga pengembangan dan pendidikan di bawah naungan YPP MU. Sebelum acara sambutan oleh ketua panitia dihaturkan, Ust. Hariyanto selaku panitia membacakan rekapitulasi hasil bacaan Surah Al-Ikhlah yang berjumlah 5.942.079, Surah Yasin 19.817, dan Hataman Alquran berjumlah 141 kali yang kesemuanya merupakan sumbangan bacaan dari para guru, alumni, wali santri, dan simpatisan YPP MU.

Selanjutnya, Gus Moh. Kholil Arrosyid selaku ketua panitia memberikan sambutan. Beliau menympaikan ucapan terimakasih dan beribu kata maaf atas segala kekurangan dan ketidaknyaman yang ada dalam segi apapun. Selain itu, beliau juga menjelaskan tujuan dari acara tersebut, yakni sebuah bentuk realisasi syiar pesantren dan bukti bahwa YPP MU ingin tumbuh dan berkembang, baik dalam segi kualitas maupun kuantitas. Kemudian acara dilanjut dengan pembacaan yasin dan tahlil oleh Ust. Nawawi. Lalu, ditutup dengan doa.

Acara berjalan khidmah bersama dengan Jam’iyah Majelis Sokarajjeh. Tepat pukul 20.00 WIB Majelis Sokarajjeh membaca syair-syair kerinduan kepada baginda Nabi SAW hingga acara selesai. Di tengah pembacaan sholawat para panitia menggelar open donasi yang diperuntukkan untuk pembangunan kantor IKSASS Sub Rayon Wongsorejo dan pembangunan Pondok Pesantren Darussalam Al-Haromain.

Pada kesempatan yang lain, Ibu Bupati juga memberikan sambutan. Beliau mengucapakan banyak terimakasih dan menyampaikan harapannya atas perluasan YPP MU. “Terimakasih saya ucapkan. Khususnya, kepada YPP MU yang telah melahirkan generasi-generasi penerus berkualitas. Hari ini kami fokus dalam pembentukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Banyuwangi boleh maju dalam segi fisik. Namun, maju dalam segi fisik akan kurang manfaatnya jika SDM-nya tidak berkualitas,” ucap beliau penuh harap. Beliau juga memberi semangat kepada para santri. Beliau berkata, “oleh karena itu, nikmati masa-masa menempuh pendidikan di pesantren agar kalian bisa mengisi pembangunan di Banyuwangi maupun daerah lain”.

Selanjutnya, Abuya KH. Moh. Hayatul Ikhsan selaku Pengasuh sekaligus Khadimul Majelis Sholawat Dzikir Jama’i memimpin pembacaan Dzikir Jama’i. Beliau juga menjelaskan bahwa Dzikir Jama’i yang pada tahun ini sudah memasuki tahun ke-5 bersanad langsung kepada Abina KH. M. Ihya’ Ulumiddin Malang. Dengan peringatan milad ini beliau berharap semoga selalu diberikan keistiqomahan hingga hari kiamat nanti.

Menjelang akhir acara, KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy memberikan tausiyah agama. Beliau menjelaskan biografi singkat KH. Ach. Djazari Marzuqi yang merupakan pengasuh pertama YPP MU. Beliau menggambarkan sosok tangguh KH. Ach. Djazari Marzuqi seperti pohon kurma yang dalam tradisinya ditanam dengan ditindih batu agar tumbuh dengan akar yang sangat kuat karena sosok KH. Ach. Djazari Marzuqi mendapatkan tugas yang begitu berat. Beliau datang dari Pulau Madura ditanam di Desa Bengkak dengan rintangan dan tantangan penolakan yang luar biasa. Namun, berkat keteguhan memegang amanah sang guru (KHR. As’ad Syamsul Arifin), kini pohon itu bertunas, tumbuh, hingga berbuah lebat, yakni Miftahul Ulum. Bahkan, buah itu sudah tersebar kemana-mana dan tumbuh dengan tunas-tunas yang baru. “KH. Ach. Djazari Marzuqi memiliki ilmu yang sangat tinggi yang hanya dimiliki oleh orang alim dan orang arif. Ada pra-syarat dalam ilmu tersebut. Pertama, harus selalu merasa bersama Allah dan seakan-akan selalu diawasi oleh Allah. Kedua, Harus bisa membayangkan wajah kedua orang tua seakan-akan orang tua ada di hadapan kita. Ketiga, harus bisa membayangkan sosok guru seakan-akan guru ada di depan kita. Keempat, harus bisa membayangkan sosok diri kita sendiri untuk mengetahui gaya, selera, dan wujud kita. Inilah yang kemudian disebut nur diri sejati. Ketika nur kita bisa dihadirkan maka kita akan selamat,” tutur beliau tentang KH. Ach. Djazari Marzuqi.

Sebelum qiyam dan acara berakkhir, KHR. Azaim Ibrahhimy memberikan nasihat penutup disertai doa-doa. Beliau berdawuh, “semoga dalam rangka Haul Masyayikh dan Milad DJ MU ini kita senantiasa mendapat ridho Allah SWT, semoga kita juga bisa membahagiakan para guru, dan para almarhumin. Terakhir, semoga kegiatan malam ini membawa keberkahan dan kemanfaatan”. (Miful/MK)

Reuni Alumni se-Nusantara YPP MU, Ajang Temu Kangen dan Silaturrahim

Previous article

Nyekar Kubro, Salah Satu Bentuk Cinta Kita Kepada Masyayikh YPP MU

Next article

You may also like

1 Comment

  1. Semakin bangga bersama MU

Comments are closed.

More in Berita