“Isra’ Mi’raj Bukan Lelucon”
Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1438 H
“ISRA’ MI’RAJ BUKAN LELUCON”
Penulis: Ustdh. Nur Hidayati, S.Pd.I
Banyuwangi, MIFUL News – Sejarah perjalanan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW merupakan kisah luar biasa. Setiap kali tanggal 27 Rajab, umat Islam senantiasa memperingatinya. Di kota dan di desa, di masjid-masjid hingga musholla, berbagai macam acara digelar bersama dalam rangka mengkhidmati hikmah dari momen istimewa yang dialami Rasulullah itu. Demikian juga di lingkungan Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum (YPPMU) Bengkak Wongsorejo Banyuwangi.
Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, segenap pengurus asrama banin (putra) dan banat (putri) YPPMU kembali berkolaborasi, membentuk kepanitiaan bersama guna menyelenggarakan kegiatan rutin Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Bertempat di depan Masjid Nurul Ulum YPPMU, kegiatan berlangsung sukses dan meriah pada Ahad malam Senin tanggal 27 Rajab 1438 H bertepatan dengan tanggal 23 April 2017 M. Untuk acara pengajian, panitia sengaja mengundanghadirkan KH Iskandar Dzulkarnain dari Kalibaru Banyuwangi sebagai muballigh tunggal
Kesuksesan acara pengajian dalam rangka peringatan Isra’ Mi’raj tersebut tentu tidak lepas dari kerja keras nan kompak dari segenap panitia. Persiapan matang sudah mereka ikhtiari sejak jauh hari, yakni sejak tanggal 26 Maret 2017 yang lalu. Itu adalah momen pertama para pengurus asrama putra-putri melakukan rapat bersama membentuk kepanitiaan. Sesuai hasil keputusan rapat kala itu, ketua panitia Peringatan Isra’ Mi’raj tahun ini dipercayakan pada Ananda Istiqomah (Pengurus Asrama Putri). Sejak itu, berbagai persiapan dilakukan sesuai dengan tugas masing-masing. Selanjutnya, hal-hal yang telah dipersiapkan dievaluasi bersama dengan Kabid Kepesantrenan YPPMU, Ust. Hariyanto, S.Pd.I, dalam beberapa rapat lanjutan.
Sehari sebelum acara, tepatnya Sabtu (22/04/2017), panitia dan para santri sudah tampak kompak sibuk menyiapkan segala sesuatu. Para santri banin bertugas mempersiapkan dekorasi, mendirikan terop, dan membersihkan area tempat acara. Demikian juga dengan para santri banat; mereka juga tak kalah sibuk menyiapkan konsumsi dan model penyambutan para tamu undangan supaya memberi kesan yang baik. Kemudian, sore hari menjelang acara, yakni Ahad (23/04/2017), panitia seksi acara banin maupun banat mengadakan gladi bersih untuk santri-santri yang dipasrahi tugas mengisi acara, mulai petugas master of ceremony (MC), pembaca al-Qur’an (qari’), pelantun shalawat, pidato, hadrah, dan lain-lain.
Tepat ba’da Maghrib, rangkaian acara Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1438 H diawali dengan acara Khotmil Qur’an. Dibacakan bersama oleh sejumlah santri banat, mata acara pertama ini berlangsung khidmat. Mereka yang merupakan 23 santriwati kelas akhir duduk berjajar rapi di pentas membaca surat Ad-Dhuha hingga An-Nas. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan do’a khataman oleh 20-an santri banin.
Alhamdulillah, sejak awal acara, para hadirin sudah memadati lokasi pengajian. Mulai bawah terop, serambi masjid, hingga teras dhalem hadirin tampak berjejalan. Selain para santri baik banin maupun banat, tampak pula hadir para wali santri, masyarakat sekitar, para alumni dan juga simpatisan YPPMU memadati lokasi acara. Di barisan depan jamaah muslimin, tampak KH. Iskandar Dzulkarnain yang sudah rawuh sejak awal-awal acara, diapit kanan kiri oleh Pengasuh YPPMU, KH Moh. Hayatul Ikhsan, M.Pd.I beserta majelis keluarga, pimpinan Lembaga, dan dewan asatidz YPPMU. Begitu pula di bagian jamaah muslimat, tampak khidmat menyimak pengasuh santri banat, Nyai Hj. Siti Romlah, beserta majelis keluarga yang duduk ta’zhim di deretan kursi depan.
Setelah acara pembacaan al-Qur’an dan shalawat serta sambutan-sambutan dari Kabid Kepesantrenan dan Pengasuh YPPMU, acara puncak berupa pengajian pun tiba. Tampil sebagai penceramah tunggal ialah KH Iskandar Dzulkarnain. Dalam salah satu bagian ceramahnya, Kiai Iskandar mengingatkan bahwa shalat merupakan ibadah teragung, yang disyariatkan oleh Yang Maga Agung melalui peristiwa agung kepada hamba Allah yang paling agung, Nabi Besar Muhammad SAW. Menurutnya, Allah SWT tidak asal-asalan memanggil Nabi Muhammad Saw untuk bertemu langsung dengan-Nya di Sidrotil Muntaha; Allah SWT memilih dan memanggil langsung Nabi semata karena ia manusia pilihan, manusia utama. “Karena hanya beliau-lah satu-satunya hamba yang bisa menempatkankan diri sebagai hamba Allah SWT secara totalitas,” ujar Kiai Iskandar memberi tahu alasan di balik pemanggilan Nabi SAW untuk menghadap langsung Allah swt lewat momen Isra’ Mi’raj.
Di bagian lain mawaizhul husna-nya, Kiai Iskandar juga menegaskan, “Tidak ada satu pun dari para nabi yang mukjizatnya mendekati tingkatan mukjizat Nabi Muhammad SAW, apalagi menyamainya…” Penegasan ini menandakan bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj memang peristiwa langka yang luar biasa, bukan lelucon tanpa makna.
Semoga peringatan Isra’ Mi’raj tahun ini mampu menambah keimanan kita pada kerasulan Nabi Muhammad SAW dan hikmahnya dapat kian memperkuat ketakwaan kita kepada Allah SWT. Dan semoga peringatan Isra’ Mi’raj di tahun depan dapat lebih sukses dan meriah serta membawa sebannyak mungkin barakah bagi seluruh keluarga besar Miftahul Ulum khususnya.(Miful/NH)
Subhanalloh…. Maha Suci Allah dengan semua kekuasaanNya