Maulid Nabi Muhammad 1447 H, Miftahul Ulum Gelar Pembacaan Maulid Ad-Diba’i dan Sholawat Qiyam
3 mins read

Maulid Nabi Muhammad 1447 H, Miftahul Ulum Gelar Pembacaan Maulid Ad-Diba’i dan Sholawat Qiyam

11

Penulis: Ika Nurjannah, S.Pd.I

Bengkak, MIFUL News – Bacaan sholawat bergema di Bumi Miftahul Ulum tercinta. Pagi kemarin tepat hari Jum’at (05/09/2025) Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum (YPP MU) Bengkak Wongsorejo Banyuwangi melaksanakan Maulid Nabi Muhammad Saw. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun bersama semua santri, sebagian wali santri, asatidz, dan masyarakat sekitar YPP MU.

Kegiatan yang digelar di Masjid Nurul Ulum tersebut dilaksanakan dalam rangka menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW. Pengasuh, majelis keluarga YPP MU, dan semua hadirin merayakan dengan suka cita dan penuh cinta dengan mendendangkan bait-bait syi‘ir dan sholawat kepada Nabi. Tepat jam 07.30 WIB, acara dimulai dan dipimpin oleh Ustd. H. Hariyanto, S.Pd.I, S.HI.

Abuya KH. Moh. Hayatul Ikhsan, M.Pd, Pengasuh YPP MU Bengkak mengajak para hadirin untuk menata dan memantapkan niat membaca Maulid Ad-Diba’i agar sesuai dengan niat pengarang, yakni Syeikh Abdur Rohman Ad-Diba’i.

“Salah satu niat beliau ialah menyalurkan rasa cintanya kepada Rasulullah SAW. Mari kita semua itba‘ niat seperti beliau dalam rangka menyambut Maulid ini,” pinta beliau.

“Mudah-mudahan dengan pembacaan Maulid Ad-Diba’i, Allah SWT meridhoi kita semua, menjauhkan kita dari bencana, dan melancarkan rezeki kita. Semoga kita semua menjadi orang yang saleh salehah dan husnul khotimah,” doa beliau sebelum membaca Maulid Ad-Diba’i bersama hadirin.

Abuya KH. Moh. Hayatul Ikhsan memimpin pembacaan Maulid Ad-Diba’i serta menjelaskan makna yang tersirat dalam bacaan tersebut. Di tengah tausiyah, beliau juga menceritakan tentang Nur Muhammad yang tercipta sebelum makhluk yang lain.

“Nur Muhammad diciptakan 2.000 tahun sebelum Nabi Adam. Hal ini sesuai dengan Hadits Qudsi, yaitu:

لَوْلَاكَ لَوْلَاكَ يَا مُحَمّد لما خَلَقْتَ الأَفْلَاك

Artinya: Jika bukan karena engkau wahai Muhammad, tidak akan aku ciptakan alam semesta ini,” beber beliau jelas.

Selain itu, Abuya menjelaskan tentang beberapa ciri umat Muhammad dan kelompok yang masuk surga. “Ciri umat Muhammad itu selalu sholat dan bershof atau berjamaah, dalam hatinya ada al-Qur’an, dan selalu ridho kepada Allah dalam waktu senang maupun sulit,” dawuh beliau.

Kemudian Abuya Hayat melanjutkan penjelasannya tentang makna setiap kalimat yang terdapat di Maulid Ad-Dhiba’i. Beliau berdawuh, “Sepertiga umat Muhammad akan masuk surga tanpa hisab, sepertiga kedua membawa banyak dosa kemudian diampuni oleh Allah dan sepertiga ketiga ini membawa banyak dosa besar, tetapi di dalam hatinya masih ada kalimat syahadat. Insyaallah dua kelompok terakhir ini masih ada harapan untuk masuk surga. Mudah-mudahan kita semua berkumpul dalam surganya Allah kelak. Amiin.”

Kemudian sholawat qiyam dibacakan oleh Jami’iyah Hadrah Nurul Fatih dengan syahdu dan penuh khidmat. Acara diakhiri dengan doa yang dibacakan oleh Abuya Taufiqur Rahman, S.Pd.I. Selepas doa, dilantunkan beberapa bacaan sholawat kepada Nabi Muhammad Saw. (Miful/INj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *