Memutuskan Nyantri, Siapkan Terlebih Dahulu Dua Hal ini!
3 mins read

Memutuskan Nyantri, Siapkan Terlebih Dahulu Dua Hal ini!

Penulis: Nur Hidayati, M.Pd.

Kamu ingin melanjutkan pendidikan di pondok pesantren? Mungkin anak atau saudara ada yang berencana masuk pondok pesantren? Hal-hal berikut ini layak untuk dipersiapkan terlebih dahulu agar ketika sampai di pesantren tidak terlalu jetlag.

Pertama, niat yang lurus. Niatkan untuk belajar dengan sungguh-sungguh bukan sebagai tempat pembuangan. Akhir-akhir ini banyak santri dari berbagai pesantren unjuk kemampuan menjuarai bermacam kompetisi. Anggapan bahwa santri hanya kumpulan anak-anak kolot sudah tidak relevan.

Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa masih ada orangtua yang merasa eman untuk mengarahkan anaknya melanjutkan pendidikan di pesantren jika anak itu memiliki kompetensi sains yang hebat. Kebanyakan mereka memilih untuk mendaftarkan putra-putrinya di sekolah negeri. Hal ini tentu juga berimbas pada keluarga dengan anak IQ rendah. Mereka kemudian berpikir untuk memasukkan anak ke pesantren, tidak berprestasi tidak apa-apa asal diterima sekolah saja.

Ada lagi yang kadang niat memondokkan anak supaya besok mudah cari kerja. Semisal pesantren A yang menyediakan lapangan kerja untuk para alumninya. Tidak ada yang salah dengan programnya, ini tentu sangat bagus dan sesuai tujuan pendidikan nasional bahwa lembaga pendidikan harus terus mendampingi para alumni sampai jenjang berikutnya. Akan tetapi, niat mencari kerja bukanlah hal yang baik untuk diletakkan sebagai niat awal.

Dari semua alasan-alasan duniawi yang terbesit dalam benak, niat untuk mencari ilmu demi menegakkan kalimat Allah merupakan satu-satunya niat yang tepat. Jika rida Allah yang menjadi tujuan, insya Allah hal-hal lain akan diperoleh pula.

Sebaliknya, jika niatnya hanya sekadar keinginan menggapai hal yang bersifat duniawi maka hanya itu saja yang mampu dicapai dan akan dijauhkan dari keridaan Allah. Naudzubillah.

Kedua, setelah niat mantap dalam hati kini waktunya untuk menentukan pilihan. Semua calon santri memiliki hak penuh untuk menentukan di gerbang pesantren mana ia akan mewujudkan niat tulusnya. Perihal memilih ini juga tidak mudah karena setiap pesantren juga pasti memiliki sisi kelebihan dan kekurangan masing-masing selayaknya lembaga pendidikan pada umumnya.

Ada pesantren salaf yang materi baca kitabnya bagus sekali, tetapi tidak ada lembaga pendidikan formal. Ada pesantren yang hampir semua lembaga pendidikannya terakreditasi A, tetapi jumlah santrinya terlalu banyak sehingga kurang pengawasan di asrama sehingga rentan terjadi bullying. Begitu seterusnya, selalu ada kelebihan dan kekurangan pada masing-masing pesantren.

Pilih yang mana kemudian? Pilihlah di mana orangtua si anak (calon santri) pernah menimba ilmu. Orangtuanya tidak pernah nyantri? Pilihlah yang program unggulannya sesuai basic minat dan bakat anak. Belum tahu minat bakatnya apa? Maka bertanyalah pada guru di sekolah sebelumnya karena seorang guru lebih mengenal kompetensi atau kemampuan anak didiknya.

Setelah itu carilah informasi selengkapnya mengenai tempat tujuan yang telah dipilih. Jikalau perlu datanglah berkunjung untuk melihat dengan jelas dari dekat seperti apa kondisi di pesantren tersebut.

Temui calon pengasuh dan calon pengurus yang akan sangat berperan dalam proses belajar nanti. Tanyakan tentang program-program kegiatan dan besaran biaya yang dibutuhkan sebab belajar itu selain menyiapkan hati juga menyediakan bekal yang cukup.

Jika masih bingung juga, daftar saja ke Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bengkak Wongsorejo Banyuwangi. Lembaga pendidikannya lengkap, program bakat minatnya bervarian, pengasuh dan pengurusnya semua humble.

One thought on “Memutuskan Nyantri, Siapkan Terlebih Dahulu Dua Hal ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *