Reuni Alumni 2025, Abuya Hayat: Tidak Ada yang Namanya Mantan Santri
3 mins read

Reuni Alumni 2025, Abuya Hayat: Tidak Ada yang Namanya Mantan Santri

15

Penulis: Putri Nura Wati, M.Pd.

Bengkak, Miful News – Reuni Alumni Se-Nusantara Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum (YPP MU) Bengkak Wongsorejo Banyuwangi kembali digelar dengan meriah. Tepat siang tadi, Jumat (21/11/2025) acara tersebut dihelat dengan dihadiri ratusan alumni dari berbagai daerah. Acara ini memang rutin dilaksanakan setiap tahun bersamaan dengan Haul Majemuk YPP MU Bengkak. Acara berlangsung meriah dan penuh dengan aura bahagia para alumni.

Bertempat di halaman utama YPP MU Bengkak, kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian acara dalam rangka memeriahkan haul Masyayikh 2025. Acara yang diikuti oleh alumni dan guru dimulai dari pukul 14.30 WIB hingga menjelang salat magrib. Kegiatan seperti ini dirasa perlu diadakan untuk tetap menjalin silaturahmi antaralumni. Hal ini senada dengan yang diungkapkan Ust. Rahmat Hidayat, S.Pd.I.

“Alumni merupakan elemen penting dalam kemajuan pesantren. Kemajuan pondok pesantren dapat dilihat dari kompaknya alumni,” ungkap sekretaris YPP MU dengan tegas.

Selain silaturahmi, tujuan diadakan reuni alumni ini untuk memupuk kembali rasa cinta para alumni kepada pesantren. Momentum semacam ini menjadi ajang para alumni untuk lepas kangen, saling sapa, temu, dan bernostalgia dengan teman lama yang sudah lama tidak berjumpa. Dan yang paling penting adalah bersua dengan guru tercinta.

“Setahun sekali setidaknya kami alumni angkatan tahun 2014 bisa berkumpul dan temu kangen saat acara reuni,” beber salah satu alumni dengan sangat senang. “Tak lupa, bisa nyabis kepada guru,” pungkasnya.

Abuya KH. Moh. Hayatul Ikhsan, M.Pd, Pengasuh YPP MU menyampaikan beberapa keinginan dan harapan beliau kepada para alumni. Beliau menginginkan tanggal dan waktu haul dipatenkan dengan harapan semua alumni sudah mengosongkan tanggal tersebut untuk guru kita semua.

“Tahun ini kita menginginkan tanggal haul sudah paten, insyaallah akan dirapatkan dengan majelis keluarga sehingga para alumni wajib hadir, mengosongkan jadwal satu hari untuk guru kita semua kecuali jika memang ada udzur darurat,” tutur Abuya Hayat saat memberi sambutan.

Beliau juga menegaskan bahwa semua santri dan alumni tetap diperhatikan oleh Miftahul Ulum. Beliau berdawuh, “kita ini bukan mantan, santri tetaplah santri, hanya saja pindah tempat (santri yang jadi alumni dan mengabdi di masyarakat) karena tidak ada yang namanya santri.”

Sebelum akhir acara, Abuya Hayatmenyambut baik beberapa usulan para alumni agar pelaksanaan reuni semakin baik. Termasuk tentang penetapan tanggal haul tahun depan. Beliau juga meminta kepada alumni untuk diadakan grup atau kelompok agar membuat rutinan. Perkumpulan ini tidak hanya dapat digunakan untuk rutinan membaca rotibul haddad dan dzikir jama’i sebagai ciri khas Miftahul Ulum Bengkak. Akan tetapi, juga dapat dimanfaatkan membahas problem solving atau sumbang ide untuk Miftahul Ulum ke depan agar semakin maju. Bahkan, beliau sebagai Pengasuh YPP MU Bengkak siap hadir ketika kegiatan rutinan dilaksanakan.

“Ayo, dibuat grup atau titik kumpul (bisa per-daerah atau per-angkatan), yang nanti koordinator kelompok tersebut bisa koordinasi langsung dengan ketua katan Silaturahmi Santri dan Alumni Miftahul Ulum (IKSSAMU) pusat. Jika diperlukan, saya siap hadir dalam majelis tersebut,” dawuh Pengasuh dengan jelas kepada para alumni yang hadir.

Ust. Moh. Rosul, S.Pd. selaku Ketua IKSSAMU mendukung dan mengamini usulan Pengasuh. Beliau bahkan meminta para alumni untuk segera bergabung ke grup Alumni Nusantara. “Tujuannya agar semua alumni bisa berada dalam satu koordinasi dan tidak ketinggalan info tentang pesantren,” ujarnya sambil memandu semua alumni masuk dalam grup Alumni Nusantara. (Miful/PNW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *