Malam Puncak Haul Majemuk ke-17 sekaligus Milad Dzikir Jama’i ke-7: Merawat Tradisi dan Silaturahmi
2 mins read

Malam Puncak Haul Majemuk ke-17 sekaligus Milad Dzikir Jama’i ke-7: Merawat Tradisi dan Silaturahmi

18

Oleh: Rina Mariyana, M. Pd.

Bengkak, MIFUL News – Puncak dari seluruh rangkaian kegiatan Haul Majemuk ke-17 Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum (YPP MU) Bengkak Wongsorejo Banyuwangi adalah pengajian umum. Pengajian ini diselenggarakan pada (21/11/2025) di halaman utama YPP MU.

Dalam pelaksanaan Haul Majemuk ini, dihadiri oleh KH. Moh. Hasan Djauhary (salah satu munsyid Abuya Sayyid Ahmad bin Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani Mekkah). Hadir juga KH. Muhammad Faiz bin Syukron Makmun (Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman Jakarta). Lalu, turut hadir perwakilan Bupati Banyuwangi, tokoh masyarakat sekitar, Majelis Keluarga Pengasuh YPP MU, para guru ngaji, tokoh masyarakat, alumni, simpatisan, dan masyarakat sekitar. Ribuan hadirin memadati halaman YPP MU bahkan luber ke depan gapura masuk.

Acara dimulai oleh jami’iyah hadrah al-Fatih dengan pembacaan sholawat Nariyah dan sholawat Fatih. Suasana berlangsung khusyuk dengan lantunan sholawat yang diikuti para jama’ah secara serempak.

Memasuki acara selanjutnya, Gebyar Sholawat dipimpin langsung oleh KH Jauhari. Suaranya yang indah dan nasheed yang dibawakan sering kali diselingi bahasa Indonesia dan Madura menjadi saya tarik bagi hadirin untuk ikut melantunkan puja-puji bagi Baginda Nabi. Suasana menjadi lebih khidmat kala Mahallul Qiyam dilantunkan.

Tiba memasuki acara inti, mawaidul husna yang disampaikan langsung oleh KH. Muhammad Faiz.
Beliau menyampaikan salah satu poin dalam kitab karangan Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki yang berjudul Yajibu An Tushohha, dijelaskan bahwa berkumpul dalam haul adalah amru ‘adi (tradisi). Haul adalah amaliyah keagamaan yang telah hidup di tengah umat, meskipun tidak ada aturan khusus yang mengatur pelaksanaannya.

“Haul itu bukan ibadah mahdhoh (ibadah secara langsung), tetapi Haul adalah tradisi baik yang diwariskan para ulama. Ada perintah untuk melaksanakan haul, tetapi tidak ada ketentuan teknis yang mengatur pelaksanaannya,” papar beliau saat memberikan mau’idhoh.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan Dzikir Jama’i yang dipimpin oleh KH Rofi’an Karim (Pengasuh Pondok Pesantren Al Manhal, Batu Malang).

Malam puncak tersebut sekaligus menjadi momen anniversary Majelis Taklim dan Dzikir Jama’i yang ke-7. Oleh karena itu, acara dipungkasi dengan doa milad serta pemotongan tumpeng oleh Abuya KH. Moh. Hayatul Ikhsan, M.Pd.I, pengasuh YPP MU dan mursyid Dzikir Jama’i daerah Banyuwangi.(Miful/RM)

2 thoughts on “Malam Puncak Haul Majemuk ke-17 sekaligus Milad Dzikir Jama’i ke-7: Merawat Tradisi dan Silaturahmi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *