Akar Spiritual Kiai Alit: Tempaan Ilmu Saraba Kiai Ahmad Djazari Marzuqi
Oleh: Ust. Syukriyanto, S.Pd.I
20 tahun yang silam, penulis pernah menuturkan sebuah mimpi kepada KH. Achmad Djazari selaku guru dhohir sekaligus Murobbir Ruh (Pembimbing Ruhani). Di dalam mimpi tersebut terlihat Kiai Djazari duduk bersila di hadapan mihrob Masjid Nurul Ulum Bengkak. Beliau memerintahkan santri yang berjejer beberapa baris untuk melihat matahari. Para santri, termasuk penulis yang pada saat itu masih sebagai santri aktif segera keluar masjid dan mencari tempat untuk melihat Sang Surya sebagaimana diperintahkan oleh sang guru.
Dalam mimpi tersebut, penulis sendiri memilih melihat melalui tempat di sebuah rumah sederhana yang dindingnya terbuat dari anyaman bambu. Melalui celah-celah bambu tersebut, penulis melihat matahari dengan seksama. Setelah selesai melaksanakan tugas tersebut, penulis mendatangi kiai. Sembari tersenyum kiai menyodorkan sebuah kertas yang bertuliskan huruf Alif, Ba’, Ta’ dengan tulisan arab. Setelah menerima kertas tersebut, seketika penulis terbangun dari mimpinya. Ketika bangun, penulis tersenyum hambar karna merasa mimpinya biasa saja dan tidak mengandung apa-apa.
Kejadian mimpi tersebut terjadi berkisar antara empat atau lima tahun dari penuturan mimpi tersebut oleh penulis kepada sang kiai. Tetapi di luar dugaan, mimpi yang penulis sangka biasa-biasa saja ditanggapi serius bahkan kiai menambahkan kekurangan satu huruf dari mimpi yang dituturkan, yakni huruf Tsa’. Saat itu Kiai Djazari hanya bilang itu ilmu asal, dan pada saat itu penulis hanya diam saja tanpa bertanya apapun. Baru Setelah setahun kemudian penulis memperoleh pencerahan dari rahasia empat huruf beriring terurainya ilmu nahwu secara hakiki.
Ternyata 4 huruf memiliki uraian inti sebagai berikut:
Alif: Rahasia hidup, adanya Tuhan
Ba’: Adanya kenyataan, pangerannya hidup
Ta’: Nur Muhammad, jiwanya hidup
Tsa’: Sejatinya kenyataan, adanya hidup
Empat huruf itu tersimpulkan sebagai “Ilmu Saraba” yang memangkas jalur kehidupan dari awal hingga akhir menjadi “Akar Spiritual” dalam penempaan kesempurnaan jiwa. Maka empat ilmu saraba itu menjadi kunci pokok (Miftahul Ulum), sebab terbentuknya pribadi paripurna tidak terlepas dari pemahaman dan penerjemahan Tuhan dengan asror (rahasia) yang tersimpan dalam hasanah spiritual ilmu saraba tersebut.
Dalam Al-Quran Surah Ibrahim Ayat 24-25 disebutkan,
اَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ اَصْلُهَا ثَابِتٌ وَّفَرْعُهَا فِى السَّمَاۤءِۙ ٢٤
تُؤْتِيْٓ اُكُلَهَا كُلَّ حِيْنٍ ۢ بِاِذْنِ رَبِّهَاۗ وَيَضْرِبُ اللّٰهُ الْاَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُوْنَ ٢٥
Artinya : Tidakkah engkau memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimah ṭayyibah? (Perumpamaannya) seperti pohon yang baik, akarnya kuat, cabangnya (menjulang) ke langit. (24) dan menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan untuk manusia agar mereka mengambil pelajaran. (25)
Artinya, perumpamaan kalimat yang baik itu seperti sebuah pohon yang akarnya menancap kuat di dalam bumi dan cabangnya berada di atas langit. Akar dari kalimat thoyyibah terkumpul dalam kalimat “Bismilahirrohmanirrohim”. Singkatnya, kajian ilmu saraba merupakan kajian yang mengurai huruf yang tersirat dan tersurat dalam basmalah. Pembahasan Ilmu Saraba dari segi sifat sir, yaitu:
Alif: melambangkan keagungan, keperkasaan, dan kemandirian. Selain itu, juga melambangkan keangkuhan, keegoisan, kesenjangan.
Ba’: melambangkan sifat kokoh, teguh pendirian, dan tempat berteduh, juga melambangkan pembangkangan, tidak mudah percaya, mau menang sendiri.
Ta’: melambangkan insensitas, keterampilan, dan daya tamping, serta melambangkan keterpurukan, kemunduran, keterbatasan.
Tsa’: melambangkan ketetapan, kesungguhan, dan kemantapan, juga melambangkan fanatisme.
Demikian uraian sederhana ini, semoga bisa menambah hasanah pengetahuan guna meningkatkan kualitas diri untuk terus berusaha dan berupaya lebih baik agar memiliki akar spritual yang mumpuni. Amin ya robbal ‘alamin .
Editor: M. Kholil, S.Pd.