Artikel

BIOGAS, SOLUSI TEPAT MENGATASI KOSA!

0

Oleh: Ustd. Dinda Rohadatul Aisy, S.Si

Anda beternak sapi? Atau tetangga anda ada yang beternak sapi? Bagaimana cara untuk menangani kotorannya? Sejauh yang kami tahu ada beragam cara, seperti dibuatkan tumpukan hingga menimbun kemudian dibakar, ada pula yang dibuang di selokan dan corah (bahasa madura: sungai kering). Tentu tidak enak dipandang dan mengganggu keasrian lingkungan bukan? Maka dari itu, pengolahan kotoran sapi menjadi biogas merupakan solusi yang paling tepat.

Biogas yang dimaksud merupakan produk hasil proses fermentasi anaerobik dari material organik yang terdegradasi. Selain dari pada kotoran sapi (KOSA), biogas juga dapat diolah dari limbah rumah tangga, seperti sisa sayur ataupun kotoran manusia. Dengan demikian, limbah rumah tangga tidak akan lagi menjadi penyebab pencemaran. Sebaliknya, lingkungan akan menjadi bersih dan sehat.

Adapun proses fermentasinya cukuplah sederhana, tetapi masyarakat sekitar seperti di Banyuwangi ini banyak yang belum paham. Akibatnya, banyak limbah rumah tangga, khususnya limbah kotoran sapi masih belum diolah menjadi biogas. Hal ini disebabkan oleh pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan limbah yang masih sangat minim sekali. Padahal, limbah-limbah itu berserakan di lingkungan sekitar dan sangat mengganggu keindahan dan kesehatan.

Sebagaimana catatan milik Badan Pusat Statistika tahun 2016 yang menyatakan bahwa di Indonesia mencapai populasi 533.860 ekor sapi dengan metode beternak yang berbeda-beda. Adapun seekor sapi mampu menghasilkan kotoran sebanyak 15-20 kg per hari. Tak terbayang seberapa banyak limbah kotoran sapi setiap harinya, bukan?

Dari populasi sapi tersebut di atas, populasi yang terbanyak ialah di pulau Jawa, Kabupaten Banyuwangi termasuk di dalamnya. Ini menandakan bahwa jumlah peternak di Banyuwangi lumayan banyak dan limbah peternakan yang bisa dimanfaatkan lumayan besar. Oleh karena itu, ketersediaan umpan berupa kotoran sapi merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk memanfaatkannya dengan optimal dan  mendapatkan keuntungan yang berlipat.

Baiklah, mulai sekarang mari lebih cerdas dengan tidak membuang limbah sembarangan sehingga dapat mencemari lingkungan dan merugikan diri sendiri. Manfaatkan limbah menjadi biogas agar lebih mudah mendapatkan listrik, pengganti gas elpiji, serta bahan bakar kendaraan. Limbah aman, lingkunganpun bersih dan nyaman.

*) Penulis adalah guru MTs Miftahul Ulum Bengkak Wongsorejo Banyuwangi. Fresh-graduate in Universitas Islam Malang.

URGENSI ILMU DAN BAHAYA KEBODOHAN

Previous article

KETIKA ANAK MELAWAN KITA

Next article

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Artikel