Artikel

BULLYING

0

Penulis: Ainil Mulki Zubaidillah*

Anda pernah di-bully? Atau justru anda yang mem-bully?

Ini dia faktanya, di masyarakat Indonesia bullying sangat rentan terjadi utamanya pada anak-anak sekolah. Beberapa bulan lalu, stasiun TV One juga menyiarkan berita terkait bullying pada anak-anak tingkat sekolah dasar. Berdasarkan pemberitaan tersebut, bullying yang dilakukan oleh teman sepermainan itu disebabkan ketidaktahuan anak akan dampak bullying.

Banyak anak menganggap bullying hanya sekedar lelucon. Menjadikannya sebagai bahan candaan hingga banyak anak putus sekolah sebab bullying. Sangat miris sekali karena ternyata hal tersebut tidak hanya terjadi pada beberapa sekolah saja, akan tetapi hampir merata di setiap daerah. 

Selain berawal dari ketidaktahuan mereka, bullying juga terkadang disebabkan rasa dendam dan iri hati pada teman-temannya. Bullying yang demikian mampu menciptakan rasa takut hingga timbul perasaan terasingkan menyebabkan korban tidak lagi percaya diri untuk bersosialisasi dengan masyarakat sekitar. Namun demikian, jika saja korban bullying mampu bertahan, sabar, dan ikhlas maka ia akan menjadi sosok yang lebih tegar dan kuat.

Sebagaimana pernah diungkapkan oleh salah seorang guru di sebuah madrasah bahwa anak-anak yang bertahan dan mampu melewati bullying, ia adalah anak yang hebat. “Orang yang mem­-bully sesungguhnya ia tak lebih baik dari yang di-bully. Mem-bully sebab ia tak mampu. Mem-bully sebab ia tak ada yang bisa dibanggakan. Dari itu, saat kalian di-bully maka bertahanlah. Sesungguhnya kalian memiliki kebaikan yang mampu dibanggakan,” ungkap guru itu memberi nasehat.

Menanggapi pendapat tersebut, Ibu Maryam salah seorang wali murid mengungkapkan bahwa dampak positif-negatif bullying justru lebih cenderung negatif. Sebab bullying, korban kehilangan masa depan karena gangguan mental yang sangat fatal. “Hanya sedikit anak-anak yang mampu bertahan dari bullying. Saya sangat berharap kejadian tersebut dapat dicegah sejak dini,” ujarnya tampak penuh harap.

Nah, pencegahan bullying tersebut tentunya butuh kerjasama semua pihak. Keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah semua memiliki peran dan tanggungjawab besar. Jika ingin Indonesia semakin jaya maka bebaskan generasi muda dari bullying.

*) Penulis adalah siswa MA Miftahul Ulum Bengkak Wongsorejo Banyuwangi.

PERPUSTAKAAN NYAI HJ. SITI ROMLAH

Previous article

Kantor RAJA 46: Setelah Tiga Bulanan Bertahan dalam Keterbatasan

Next article

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Artikel