Risalah Cinta Ning Evi Ghozaly
JALANI HIDUP DENGAN RINGAN DAN RIANG, NAK
Penulis: Ning Evi Ghozaly Kangen anak bungsu. Lelaki yang beranjak dewasa ini, sangat istimewa. Periang. Baik hati. Ramah. Empatinya tinggi. Suka menolong. Pinter bergaul. Pas SD, gurunya sering memberi kesempatan tampil baca puisi, pidato atau menyanyi. Punya boy band dia. Jago ngedrumb. Memang minat dan bakatnya di situ. Alhamdulillah. Kemudian dia memasuki masa menjadi korban […]
MENCINTAI MEREKA, SELAMANYA
Penulis: Ning Evi Ghozaly Saya sangat kagum sekaligus sering “iri” pada para guru kyai dan bunyai. Ratusan, ribuan, hingga puluhan ribu santri bisa selalu merasa dekat, meski tidak tiap hari bertatap muka langsung dengan beliau-beliau. Bahkan ada santri yang sowan dan sungkem hanya saat pertama datang mondok, lebaran dan ketika mau boyong saja. Di sela […]
DIDIDIK ANAK
Penulis: Ning Evi Ghozaly Malam Senin lalu, di pool Damri sebelah stasiun Bandar Lampung. Mas Lavy menawari saya naik bis, “Umi mau lihat tempat duduknya? Bagus lho. Terima kasih sudah membelikan Mas tiket ke Jakarta nggih, Um.” Saya tertawa. Tiga hari sebelumnya, anak sulung ini yang membelikan saya tiket Semarang-Jakarta dan Jakarta-Lampung, dengan uangnya. Tentu, […]
TASMI’ DI AL GHOZALY
Penulis: Ning Evi Ghozaly Semalam saya nangis berkali-kali. Menyaksikan anak-anak Al Ghozaly khusyu’ mengikuti acara tasmi’. Terharu, sangat. Padahal ya hanya empat anak yang diwisuda, itu pun paling banyak hapalannya dua juz. Tapi saya tetap semendal sundul langit, bersyukur poll. Iya. Di pesantren dan sekolah binaan lain, dalam tiga bulan bisa saya temui puluhan bahkan […]
BELAJAR SABAR (1)
Penulis: Ning Evi Ghozaly “Umi, si A berlaku tidak sopan tadi malam. Kencing di botol aqua, lalu diletakkan di depan kamar Ust X,” lapor pimpinan musyrif Al Ghozaly. Saya menghela napas panjaaaang (dengan huruf ‘a’ berderet). Kesel sundul langit, tapi beberapa detik kemudian pengin letawa. Duh jian, kok ada aja tho Nak keusilan kalian ini. […]